Setidaknya menurut hadits-hadits Rasulullah
Saw ada 7 tanda pemimpin yang dimurkai dan terburuk di akhir zaman, antara
lain:
1. Para
Pemimpin Sesat...
«إِنِّي لاَ أَخَافُ عَلىَ أُمَّتيِ إِلاَّ الأَئِمَّةَ المُضَلِّينَ
“Aku tidak takut (ujian yang akan menimpa)
pada umatku, kecuali (ujian) para pemimpin sesat.” (HR. Ibnu Hibbân).
Sufyan
as-Tsauri menggambarkan mereka dengan mengatakan:
“Tidaklah
kalian menjumpai para pemimpin sesat, kecuali kalian mengingkari mereka dengan
hati, agar amal kalian tidak sia-sia.”
2. Para
Pemimpin Bodoh..
«أَعَاذَكَ اللهَ مِنْ إمَارَةِ السُّفَهَاءِ
“Aku memohon perlindungan untukmu kepada
Allah dari kepemimpinan orang-orang bodoh.” (HR. Ahmad)
Dalam
hadits riwayat Ahmad dikatakan bahwa pemimpin bodoh adalah pemimpin yang tidak
mengikuti petunjuk dan sunnah Rasulullah ﷺ . Yakni pemimpin yang tidak menerapkan syariah Islam.
3. Para
Pemimpin Penolak Kebenaran, Penyeru Kemungkaran
*«سَيَكُونُ عَلَيْكُمْ أُمَرَاءُ يَأْمُرُونَكُمْ بِمَا لاَ تَعْرِفُونَ وَيَفْعَلُونَ مَا تُنْكِرُونَ فَلَيْسَ لاِؤلَئِكَ عَلَيْكُمْ طَاعَةٌ»*
“Kalian akan dipimpin oleh para pemimpin
yang memerintah kalian dengan hukum yang tidak kalian ketahui (imani).
Sebaliknya, mereka melakukan apa yang kalian ingkari. Sehingga terhadap mereka
ini tidak ada kewajiban bagi kalian untuk menaatinya.” (HR. Ibnu Abi Syaibah)
4. Para
Penguasa Yang Memerintah dengan Mengancam Kehidupan dan Mata Pencaharian..
*«سَيَكُونُ عَلَيْكُمْ أَئِمَّةٌ يَمْلِكُوْنَ رِقَابَكُمْ وَيُحَدِّثُوْنَكُمْ فَيَكْذِبُونَ، وَيَعْمَلُوْنَ فَيُسِيؤُونَ، لا يَرْضَوْنَ مِنْكُمْ حَتَّى تُحَسِّنُوا قَبِيْحَهُمْ وَتُصَدِّقُوْا كَذِبَهُمْ، اعْطُوْهُمُ الحَقَّ مَا رَضُوا بِهِ»*
“Kalian akan dipimpin oleh para pemimpin
yang mengancam kehidupan kalian. Mereka berbicara (benjanji) kepada kalian,
kemudian mereka mengingkari (janjinya). Mereka melakukan pekerjaan, lalu pekerjaan
mereka itu sangat buruk. Mereka tidak senang dengan kalian hingga kalian
menilai baik (memuji) keburukan mereka, dan kalian membenarkan kebohongan
mereka, serta kalian memberi pada mereka hak yang mereka senangi.” (HR.
Thabrani)
5. Para
Pemimpin Yang Mengangkat Pembantu Orang-orang Jahat, dan Mengakhirkan Shalat
(Mengabaikan Syari'ah)...
*« يَكُونُ فِي آخِرِ الزَّمَانِ أُمَرَاءُ ظَلَمَةٌ، وَوُزَرَاءُ فَسَقَةٌ، وَقُضَاةٌ خَوَنَةٌ، وَفُقَهَاءُ كَذَبَةٌ، فَمَنْ أَدْرَكَ مِنْكُمْ ذَلِكَ الزَّمَنَ فَلا يَكُونَنَّ لَهُمْ جَابِيًا وَلا عَرِيفًا وَلا شُرْطِيًّا»*
“Akan ada di akhir zaman para penguasa
sewenang-wenang, para pembantu (pejabat pemerintah) fasik, para hakim pengkhianat,
dan para ahli hukum Islam (fuqaha’) pendusta. Sehingga, siapa saja di antara
kalian yang mendapati zaman itu, maka sungguh kalian jangan menjadi pemungut
cukai, pegawai kanan, dan polisi.” (HR. Thabrani)
*عَنْ أَبِي سَعِيدٍ ، وَأَبِي هُرَيْرَةَ ، قَالا : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : لَيَأْتِيَنَّ عَلَيْكُمْ أُمَرَاءُ يُقَرِّبُونَ شِرَارَ النَّاسِ ، وَيُؤَخِّرُونَ الصَّلاةَ عَنْ مَوَاقِيتِهَا ، فَمَنْ أَدْرَكَ ذَلِكَ مِنْكُمْ فَلا يَكُونَنَّ عَرِيفًا ، وَلا شُرْطِيًا ، وَلا جَابِيًا ، وَلا خَازِنًا*
Daripada Abu Sa'id dan Abu Hurairah mereka
berdua berkata: Rasulullah ﷺ bersabda:
"Akan
datang atas kalian pemerintah yang rapat dengan seburuk-buruk manusia dan
melewat-lewatkan sholat (sehingga terkeluar) daripada waktunya. Maka
barangsiapa antara kalian yang menemui keadaan ini janganlah menjadi pegawai
kanan, jangan polisi, jangan pemungut cukai dan jangan (pula menjadi)
bendahari." (HR. Ibn Hibban dalam Sahih-nya [4586])
6. Para
Pemimpin Diktator (Kejam Dan Tangan Besi)...
*«إِنَّ شَرَّ الوُلاَةِ الحُطَمَةُ»*
“Sesungguhnya seburuk-buruknya para penguasa
adalah penguasa al-huthamah (diktator).” (HR. Al-Bazzar)
Pemimpin
al-huthamah (diktator) adalah pemimpin yang menggunakan politik tangan besi
terhadap rakyatnya.
*«وسَيَلي أُمَرَاءُ إنْ اسْتُرْحِمُوا لَمْ يَرْحَمُوا، وإنْ سُئِلُوا الحَقَّ لَمْ يُعْطُوا، وإِنْ أُمِرُوا بالمَعْرُوفِ أَنْكَرُوا، وسَتَخَافُوْنَهُمْ وَيَتَفَرَّقَ مَلأُكُمْ حَتى لاَ يَحْمِلُوكُمْ عَلى شَيءٍ إِلاَّ احْتُمِلْتُمْ عَلَيْهِ طَوْعاً وَكَرْهاً، ادْنَى الحَقِّ أَنْ لاَ تٌّاخُذُوا لَهُمْ عَطَاءً ولا تَحْضُروا لَهُمْ في المًّلاَ»*
“Dan berikutnya adalah para pemimpin jika
mereka diminta untuk mengasihani (rakyat), mereka tidak mengasihani; jika
mereka diminta untuk menunaikan hak (rakyat), mereka tidak memberikannya; dan
jika mereka disuruh berlaku baik (adil), mereka menolak. Mereka akan membuat
hidup kalian dalam ketakutan; dan memecah-belah tokoh-tokoh kalian. Sehingga
mereka tidak membebani kalian dengan suatu beban, kecuali mereka membebani
kalian dengan paksa, baik kalian suka atau tidak. Serendah-rendahnya hak
kalian, adalah kalian tidak mengambil pemberian mereka, dan tidak kalian tidak
menghadiri pertemuan mereka.” (HR. Thabrani)
7. Para
Penguasa Zindik (Pura-Pura Beriman)...
*«صِنْفَانِ مِنْ أُمَّتِي لَنْ تَنَالَهُمَا شَفَاعَتِي: إِمَامٌ ظَلُومٌ، وَكُلُّ غَالٍ مَارِقٍ»*
“Dua golongan umatku yang keduanya tidak akan pernah mendapatkan syafa’atku: pemimpin yang bertindak zalim, dan orang yang berlebihan dalam beragama hingga sesat dari agama.” (HR. Thabrani).
*حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ قُدَامَةَ الْجُمَحِيُّ عَنْ إِسْحَقَ بْنِ أَبِي الْفُرَاتِ عَنْ الْمَقْبُرِيِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَيَأْتِي عَلَى النَّاسِ سَنَوَاتٌ خَدَّاعَاتُ يُصَدَّقُ فِيهَا الْكَاذِبُ وَيُكَذَّبُ فِيهَا الصَّادِقُ وَيُؤْتَمَ فِيهَا الْخَائِنُ وَيُخَوَّنُ فِيهَا الْأَمِينُ وَيَنْطِقُ فِيهَا الرُّوَيْبِضَةُ قِيلَ وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ قَالَ الرَّجُلُ التَّافِهُ فِي أَمْرِ الْعَامَّةِ*
"Akan datang kepada masyarakat tahun-tahun yang penuh tipuan. Pada tahun-tahun itu pembohong dipandang benar, yang benar dianggap bohong; pada tahun-tahun tersebut pengkhianat diberi amanat, sedangkan orang yang amanah dianggap pengkhianat. Pada saat itu yang berbicara adalah ruwaibidhah.” Lalu ada sahabat bertanya, “Apakah ruwaibidhah itu?” Rasulullah menjawab, “Orang bodoh yang berbicara/mengurusi urusan umum/publik.” (Dalam riwayat lain disebutkan, ruwaibidhah itu adalah “orang fasik yang berbicara/mengurusi urusan umum/publik” dan “al-umara [pemerintah] fasik yang berbicara/mengurusi urusan umum/publik”)." (HR. Ahmad, Ibnu Majah, Abu Ya’la dan al-Bazzar)
و الله اعلم ب الصواب

No comments:
Post a Comment