Powered By Blogger
Showing posts with label Berkelimpahan Rahmat Bagi Alam Semesta dalam Ridha Allah SWT. Show all posts
Showing posts with label Berkelimpahan Rahmat Bagi Alam Semesta dalam Ridha Allah SWT. Show all posts

Saturday, July 4, 2020

RAHASIA BAHAGIA DUNIA DAN AKHIRAT


Simpan rahasiamu berdua saja
1. Dirimu
2. Allah swt

Jagalah di dunia ini dua keridhoan:

1. Ibumu
2. Bapamu.

Mohonlah bantuan ketika susah dengan dua hal:
1. Sabar
2. Sholat

Jangan risau dua hal ini:
1. Rezeki
2. Ajal

Kerana keduanya berada di bawah kekuasaan Allah swt.
Dua hal yg tak perlu diingati selamanya:
1. Kebaikanmu terhadap orang lain.
2. Kesalahan orang lain terhadapmu.

Dua hal yang jangan dilupakan selamanya:
1. Allah swt
2. Alam Akhirat

Selalu dekat dengan 6 orang ini:
1. Ibumu.
2. Ayahmu.
3. Gurumu
4. Saudara lelakimu.
5. Saudara perempuanmu.
6. Sahabat dan tetanggamu

Empat orang ini janganlah kamu kasar kepada mereka:
1. Yatim
2. Miskin
3. Fakir
4. Orang Sakit

Empat hal yang memperindah dirimu :
1. Sabar
2. Tabah
3. Tinggi ilmu
4. Dermawan

Empat orang yang hendaknya kamu dekati:
1. Orang yg Ikhlas
2. Orang yg setia
3. Orang yg dermawan
4. Orang yg jujur

Empat orang yg hendaknya jangan kamu jadikan teman:
1. Tukang bohong
2. Tukang curi/rasuah
3. Tukang hasut
4. Tukang adu domba

7 orang ini jangan sampai kamu tahan kedermawananmu terhadap mereka:
1. Orang tuamu
2. Mertuamu
3. Isterimu
4. anak2 mu
5. Keluargamu
6. Gurumu
7. Sahabatmu

Empat hal yang hendaknya kamu kurangi:
1. Makan
2. Tidur
3. Malas
4. Bergunjing

5 hal yang jangan kamu putus :
1. Sholat.
2. Qur'an.
3. Zikir.
4. Silaturrahimi.
5. Shodaqoh

Semoga bisa menjadi motivasi diri untuk terus tetap berbuat baik selamanya.. Aamiin Yaa Rabbal Alaamiin...!

Friday, July 3, 2020

PROGRAM ULANG PEMIKIRAN YANG SALAH



Pada saat manusia lahir, pikirannya benar benar masih kosong, putih  bersih. Kita hanya dibekali reflek reflek untuk bertahan hidup. Jika telapak tangan disentuh, otomatis kita akan menggenggamnya dengan kuat. Jika bibir kita disentuh, otomatis mulut akan terbuka dan mulai menghisap apapun yang masuk ke mulut. Apakah itu puting susu ibu kita, atau mainan kakak kita, semua akan kita hisap dengan gerakan yang sudah di programkan.

Kita tumbuh sebagai sosok yang kuat dan selalu berusaha  secara maksimal untuk belajar segala sesuatu dan menirukan apapun yang terjadi di sekitar kita. Kita melihat ibu kita, kakak kita atau siapapun tengkurap kalau sedang  mengudang kita supaya bisa berhadapan muka, maka secara otomatis kita belajar tengkurap. Upaya pertama gagal, kedua gagal, ke tiga juga gagal, hampir berhasil dan jatuh sehingga kepala kebentur lantai. Kita menangis tetapi mencoba lagi dan mencoba lagi sampai berhasil. Tidak satupun bayi punya pemikiran seperti kebanyakan kita sekarang :”Iyaaa, ibu besar, kakak besar, mereka bisa tengkurap. Saya ini kecil, lemah, pasti nggak bisa tengkurap. Buktinya, saya sudah mencoba berulangkali, kepala  kebentur lantai, sakit tahuuu .... Sudahlah saya tidak akan mencoba lagi. Saya sudah ditakdirkan untuk telentang terus”. Kalau saja si bayi itu seperti kita yang sekarang, pastilah lebih enak telentang daripada mencoba tengkurap yang sering gagal. Belum lagi setelah tengkurap nanti harus bisa duduk, kemudian bisa merangkak....nggak habis habis masalahnya. Lebih enak seumur hidup telentang. Kemudian mulailah pemrograman pikiran oleh orang sekitar kita. Oleh pembantu kita diajak mengunjungi temannya. Disana mereka bergunjing tentang sulitnya cari uang, bekerja keras dengan hasil sedikit, majikan yang jahat. Kemudian kita diajak ibu untuk pinjam uang ke tetangga. Ketika ditolak, ibu marah marah dan ngomel sepanjang jalan :”Orang kaya pelit, uang nggak dibawa mati saja”.

Guru ngaji kita cerita tentang nabi Muhammad SAW. Kesukaannya cerita tentang bagian bagian ketika nabi miskin. Karena gurunya belum kaya, tentu mencari contoh contoh yang sesuai dengan kondisi dirinya. Mereka cerita perut nabi diganjal batu bata karena lapar. Padahal nabi miskin itu hanya sebentar, ketika baru hijrah ke Madinah dan meninggalkan ibu Khadijah (+kekayaannya) di Makkah. Mereka tidak berani cerita bahwa nabi itu kaya tetapi hidup  sederhana. Akhirnya kita berpikir bahwa lebih mulia menjadi miskin  dibanding menjadi menjadi kaya. Ada tuntunan yang mengatakan “lebih mudah memasukkan onta ke lubang jarum  dibanding memasukkan orang kaya ke surga”. begitu pula ada lagi mentakut takuti bahwa orang kaya akan dihisap lebih lama. Mereka lupa bahwa Allah itu maha cerdas. Untuk apa Dia tanya tanya kepada kita apa yang kita lakukan di dunia ?. Dia pastinya sudah memasang chip canggih di kita dan tinggal melihat apa yang tercatat di chip itu.

Ayah kita yang pekerja keras selalu mengatakan bahwa orang nganggur  itu hina. Orang harus bekerja keras mencari nafkah, pensiun itu berarti akhir dari segalanya, begitu kata embah kita yang baru pensiun. Kalau ada orang bertanya ke kita : ”Besok kalau besar akan jadi apa ?”,  hampir pasti kita diwajibkan menjawab jadi dokter, tentara, hakim,  pengusaha dan lain lain. Kalau ada anak yang menjawab dengan benar yaitu menjadi kaya supaya bisa membantu banyak orang, pasti dilanjutkan dengan pertanyaan : ”Iya...untuk menjadi kaya itu kamu menjadi apa ?”. Begitulah masukan masukan salah tentang uang dan kaya masuk ke pikiran kita. Kita diprogram untuk sekolah yang pintar supaya besok mendapat pekerjaan dengan gaji tinggi dan menjadi kaya. Padahal tidak ada orang bisa kaya dengan cara itu. Semakin besar penghasilan (aktif) kita, semakin besar pula masalah keuangannya. Itu sudah terbukti.

Begitulah kita sejak lahir diprogram oleh lingkungan kita. Sampai usia 7 tahun, kita menyerap semuanya tanpa filter. Kemudian pola pikir yang sudah masuk tadi akan membentuk filter sampai usia 13 tahun. Filternya  adalah pemikiran yang sama, sedangkan pemikiran yang berbeda dilarang masuk. Usia 13 -18 filter tambah sempurna dan sejak usia 18 tahun kita sudah sulit untuk berubah. Di bidang yang lain kita juga mendapat masukan tergantung lingkungan kita. Baik di bidang keluarga, sosial, kesehatan fisik, kesehatan mental, agama maupun yang lain. Tidak ada satupun yang ada di pemikiran kita ini yang asli dari kita. Semua hasil pemrograman dari orang lain.

Kalau ada yang bertanya sopo ingsun ? atau siapa diri kita ? Jawabannya adalah : ”Kita ini makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna, selalu berhasil mencapai apa yang kita inginkan, disukai semua orang dan menyukai semua orang, tidak memiliki musuh, semua adalah saudara dan teman....

kemudian pikiran kita diisi dengan pikiran pikiran milik orang lain dan jadilah kita seperti sekarang”. Jika kita lebih senang bekerja mencari uang dibanding bekerja  membangun aset, itu disebabkan karena kita lahir, besar dan dewasa di lingkungan seperti itu. Akibatnya kita menjadi yang 95% orang berebut  5% kekayaan dunia. Disisi lain ada 5% orang yang sejak kecil atau ditengah kehidupannya menemukan mentor yang tepat, yang bekerja membangun aset, dan mereka memiliki 95% kekayaan dunia. Yang satu harus bekerja sampai tua/mati, yang satu bisa santai dan menikmati hidup.

Sekarang kita sudah bisa memilih mau menjadi yang mana ? Jika kita menjadi predator anak, maka pasti ada pengalaman kita dengan predator anak di masa kecil kita. Jika kita senang menyiksa isteri, pasti dulu kita pernah bergaul dengan penyiksa isteri, atau kita pernah disiksa sehingga ada perasaan harus membalas dendam kepada sesuatu. Jika kita memusuhi orang Yahudi, atau orang Arab, atau orang Jepang, atau orang Rusia, atau orang Korea, atau orang Malaysia, atau orang Cina, atau orang Padang, atau orang Sunda. Maka hampir pasti dalam 
perjalanan hidup kita, kita pernah berkumpul atau berguru kepada orang  yang membenci orang Yahudi, atau orang Arab atau orang Cina, atau orang Jepang, atau orang Rusia, atau orang Korea, atau orang Malaysia, atau orang Padang, atau orang Sunda yang memperkuatnya dengan dalil -dalil adat, patriotisme, kebangsaan atau agama. Itulah yang kemudian kita anggap sebagai kebenaran. Kalau yang berhubungan dengan agama, dianggap sebagai iman yang tidak perlu dipertanyakan lagi. Di ajaran agama manapun memang ada bagian bagian ajaran yang tidak suka dengan etnis tertentu.

Penyebabnya mungkin karena ada satu dua orang dari etnis itu yang dulu berbuat kurang baik pada tokoh atau masyarakat saat itu. Padahal hampir semua etnis selalu ada orang baik dan orang yang buruk. Di tahun 1942 - 1945, semua orang Jepang di Amerika mengalami perlakuan buruk. Semua orang Jepang dianggap tidak bisa dipercaya, karena tentara Jepang menyerang Pearl Harbour tanpa peringatan. Strategi perang membuat semua bangsa Jepang dianggap sama yaitu curang dan tidak bisa dipercaya.

Selama ratusan tahun, Jawa dan Sunda secara kultural bermusuhan karena efek perang Bubat di jaman Mojopahit. Sampai saat ini Anda tidak akan menjumpai jalan Gajahmada atau Majapahit di Bandung. Begitu juga gadis Sunda dan jejaka Jawa masih sering dihambat oleh keluarganya untuk menikah. Perang ratusan tahun lalu mempengaruhi pola pikir kita sampai sekarang, karena terus dipertahankan lewat kidung kidung, rontal dan kitab kitab.

Seperti yang pernah saya katakan sebelumnya, *ada 4 bidang kehidupan yang kita sepenuhnya dikendalikan oleh bawah sadar kita, Yaitu sex,  agama, politik dan keuangan.* Tidak ada logika disini. Kalaupun ada dan berlawanan dengan program bawah sadarnya, tidak akan bertahan lama karena pasti tidak tahan menghadapi penolakan penolakan di bawah sadar. Kecuali bawah sadar Anda yang dirubah untuk menyesuaikan dengan kebutuhan Anda sekarang.

Khususnya di bidang keuangan. Jadi, kalau kita bertanya lagi : ”Siapakah aku ?”, jawabnya :   "Aku ini makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna, selalu berhasil mencapai apa yang aku inginkan, disukai semua orang dan menyukai semua orang, 
tidak memiliki musuh, semua adalah saudara dan teman kemudian pikiranku diisi dengan pikiran pikiran milik orang lain dan jadilah aku seperti yang sekarang ini. Seandainya pikiranku diisi oleh orang yang berbeda, akupun akan memiliki pemikiran yang berbeda pula”.

 Di dunia ini sebenarnya tidak ada kejadian yang benar atau salah, tidak ada hal baik atau buruk. Semua kejadian itu netral. Kita hanya menafsirkan kejadian kejadian itu berdasarkan masukan dari pancaindra kita yang kemudian dinilai oleh norma norma di pikiran bawah sadar kita. Kita anggap benar atau baik jika cocok dengan program di bawah sadar kita yang diisi oleh orang lain. Kita anggap salah atau buruk jika tidak cocok dengan program bawah sadar kita yang diisi oleh orang lain juga.

Apapun yang kita katakan benar, selalu ada orang di luar kita yang mengatakannya salah. Belum pernah ada satupun hal benar atau hal salah yang disepakati seluruh orang di dunia. Kalau toh ada, itupun belum tentu benar dan belum tentu salah. Hanya Allah yang mengetahui nya.

Sebagai penutup, jadilah diri Anda sendiri sebagaimana ANDA  DICIPTAKAN ALLAH, bukan Anda yang diprogram oleh sesama  manusia. Anda adalah makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna, 

selalu berhasil mencapai apa yang Anda inginkan, disukai semua orang  dan menyukai semua orang, tidak memiliki musuh, semua adalah saudara dan teman Anda. Stop sampai disitu, karena kelanjutannya hanyalah pemrograman orang lain. Ada pepatah cina yang mengatakan bahwa seribu teman itu masih kurang, satu musuh sudah kebanyakan.

KALIMAT INDAH DARI SEORANG ULAMA




Kita tidak bisa mengubah yang telah terjadi.
Juga tidak bisa menggariskan kepastian masa depan.
Lalu mengapa membunuh diri kita dengan penyesalan,
atas apa yang sudah tidak bisa kita ubah ?
Hidup itu singkat sementara targetnya banyak.
Maka tataplah awan dan jangan lihat ke tanah.
Kalau merasa jalan sudah makin sempit , kembalilah kepada Allah yang Maha Mengetahui hal yang gaib... 
Dan ucapkan alhamdulillah atas apa saja.
Kapal Titanic dibuat oleh ratusan orang.
Sedangkan kapal nabi Nuh dibuat hanya oleh satu orang.
Tetapi , Titanic tenggelam. Sedangkan kapal Nabi Nuh menyelamatkan umat manusia.*
Taufik hanya dari Allah Subhanahu wa Ta'ala
Kita bukanlah penduduk asli bumi , asal kita adalah surga.
Tempat, dimana orang tua kita, Adam , tinggal pertama kali...
Kita tinggal di sini hanya untuk sementara. Untuk mengikuti ujian lalu segera kembali.
Maka berusahalah semampumu , untuk mengejar kafilah orang-orang shalih , yang akan kembali ke tanah air yang sangat luas , di akhirat sana...
Jangan sia-siakan waktumu di planet kecil ini !
Perpisahan itu bukanlah karena perjalanan yang jauh Atau karena ditinggal orang tercinta...
Bahkan , kematian pun bukanlah perpisahan , sebab kita akan bertemu lagi di akhirat.
Perpisahan adalah ketika satu diantara kita masuk surga , sedang yang lainnya terjerembab ke neraka.
Semoga Allah menjadikan aku dan kita semua menjadi penghuni surgaNya.

Saturday, June 27, 2020

TADABBUR PENGERTIAN ISTIDROJ

Menjelang masuk 10 Rajab



ISTIDROJ  itu adalah  Azab
Yang Diundur Undur Oleh  ALLOH ﷻ,
Namun ALLOH  ﷻ Tetap Memberikan Kita :

1). HARTA YANG BERLIMPAH; Padahal Tidak Pernah Bersedekah.

2). REZEKI  BERLIPAT-LIPAT; Padahal Jarang Sholat, Tidak Senang pada Nasihat Ulama, dan Terus Berbuat Maksiat..

3). DIKAGUMI, DIHORMATI; Padahal Akhlak tidak baik..

4). DIIKUTI, DITELADANI dan DIIDOLAKAN; Padahal Bangga Mengumbar Aurat Dalam Berpakaian..

5). SANGAT JARANG DIUJI  SAKIT; Padahal Dosa-Dosa Menggunung

6). TIDAK PERNAH DIBERIKAN MUSIBAH; Padahal Gaya  Hidupnya  Sombong, Meremehkan Manusia, Angkuh..

7). ANAK-ANAK  SEHAT-SEHAT, CERDAS-CERDAS; Padahal Diberikan Makan Dari Harta Hasil Yang Haram (Menipu, Korupsi, Riba', dll )..

 8. HIDUP BAHAGIA PENUH CANDA TAWA; Padahal,  Banyak Orang Karenanya Ternoda dan Terluka.

  9. KARIRNYA TERUS MENANJAK; Padahal  Banyak Hak Orang Yang Diinjak-Injak..

 10. SEMAKIN TUA SEMAKIN  MAKMUR; Padahal Berkubang Dosa Sepanjang Umur..

Hati-Hati, Karena itulah
yang Dinamakan  ISTIDROJ.

RENUNGKAN  AYAT INI

ALLOH ﷻ berfirman:

فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّىٰ إِذَا فَرِحُوا بِمَا أُوتُوا أَخَذْنَاهُمْ بَغْتَةً فَإِذَا هُمْ مُبْلِسُونَ

Artinya:
"Maka Tatkala Mereka Melupakan Peringatan yang telah diberikan kepada mereka,
 KAMI pun Membukakan Semua Pintu-Pintu Kesenangan Untuk Mereka; Sehingga apabila Mereka Bergembira
Dengan Apa yang Telah Diberikan
Kepada Mereka, KAMI Siksa Mereka
Dengan Sekonyong-Konyong,
maka ketika itu mereka terdiam berputus asa."
(QS. AL-'AN'ĀM : 44 )

ROSULULLOH ﷺ bersabda:

إِذَا رَأَيْتَ اللّهَ يُعْطِي الْعَبْدَ مِنَ الدُّنْيَا عَلَى مَعَاصِيهِ مَا يُحِبُّ، فَإِنَّمَا هُوَ اسْتِدْرَاجٌ

"Jika Kamu Melihat ALLOH Memberikan Dunia Kepada Seorang Manusia Pelaku Maksiat, 
Dengan Sesuatu YANG ia (pelaku maksiat) Sukai,
Maka Sesungguhnya Itu adalah ISTIDROJ." (HR. AHMAD )

Maka Jangan Silau Dengan Kesuksesan
dan Kemegahan Yang Ditampilkan Seseorang.. !!!Maka Waspadalah...!!!
Bisa Jadi Dia Sedang Mengalami ISTIDROJ.

Dan pada Saatnya Nanti,  ALLOH ﷻ,
Tiba-Tiba  Mencabut Semua Kenikmatan itu, Tanpa Dia Sadari. !!!

Sebagai Orang Beriman yang Dikasihi ALLOH ﷻ
maka ALLOH ﷻ akan Selalu Menjaga Kita
dari Segala Kemaksiatan,
Tidak Dibiarkan Dalam Kesesatan. !

Jadi kalau kita sudah Beramal Sholeh,
Namun Kita Masih Diberi Ujian / Cobaan,
Maka Itulah Tanda Kasih Sayang ALLOH ﷻ, pada Hamba-Hamba-NYA,
Berupa Keringanan Dosa dan Menuju Ampunan-NYA.

SEMOGA KITA SELAMAT DARI  ISTIDROJ.
AAMIIN  YAA  ROBBAL  AALAMIIN.

4 PERKARA SEBELUM TIDUR WALAU SESIBUK DENGAN TUGAS HARIAN

ANDAI AJAL DALAM TIDUR


Rasulullah berpesan kepada siti Aisyah ra.

“ Ya, Aisyah! Jangan engkau tidur sebelum melakukan empat perkara yaitu:

1. Sebelum khatam al-Quran.
2. Sebelum menjadikan para nabi bersyafaat untukmu di hari kiamat.
3. Sebelum para muslimin meredhai engkau.
4. Sebelum engkau melaksanakan haji dan umrah".

Bertanya Siti Aisyah:

“Ya Rasulullah ! bagaimana aku dapat melaksanakan empat perkara seketika? “
Rasulullah tersenyum dan bersabda:

1. “Jika engkau akan tidur,bacalah surah al –Ikhlas tiga kali
Seakan-akan engkau telah meng-khatamkan Al-Quran
” Bismillaahirrahmaa nirrahiim,
‘Qul huallaahu ahad’ Allaah hussamad’
lam yalid walam yuulad’
walam yakul lahuu kufuwan ahad’ ( 3x ) “

2. "Bacalah shalawat untukku dan untuk para nabi sebelum aku" maka kami semua akan memberimu syafaat di hari kiamat
“ Bismillaahirrahmaa nirrrahiim, Allaahumma shallii ‘alaa saiyyidina Muhammad wa’alaa aalii saiyyidina Muhammad ( 3x ) “

3. “Beristighfarlah” untuk para mukminin maka mereka akan meredhai engkau
“ Astaghfirullaah hal 'adziim al lazhii laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyuum wa atuubu ilaih ( 3x )

4. Dan perbanyaklah “bertasbih, bertahmid , bertahlil dan bertakbir” maka seakan-akan engkau telah melaksanakan ibadah haji dan umrah
“ Bismillaahirrahmaa nirrrahiim
Subhanallaah Walhamdulillaah Walaa ilaaha illallaah hu wallah hu akbar "
( 3x )

Sampaikanlah kepada orang lain,
maka ini akan menjadi sedekah jariah pada setiap orang yang anda kirimkan pesan ini, dan apabila kemudian dia mengamalkannya, maka kamu juga akan ikut mendapat ganjaran pahalanya insha Allah...

Aamiin ya Allah..

Ya Allah, ampunilah dosaku, dosa ibu bapa ku, keluarga ku,saudaraku dan setiap orang yang meng-klik Suka, share & berkomentar "aamiin" dan jangan Engkau cabut nyawa kami saat tubuh kami tak pantas berada di SurgaMu. Aamiin...
.
Sobat sekarang anda memiliki dua pilihan ,
1. Membiarkan sedikit pengetahuan ini hanya dibaca disini
2. Membagikan pengetahuan ini kesemua teman facebookmu , insyallah bermanfaat dan akan menjadi pahala bagimu. Aamiin...

Boleh di share biar lebih bermanfaat buat orang banyak, kalo pelit di simpen sendiri juga gak apa apa 😃
Rasulullah S.A.W bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)

Semoga yg berkomentar Aamiin dijauhkan dari segala penyakit, diberi sehat wal'afiat, rezekinya melimpah ruah, dan keluarganya bahagia Dan bisa masuk Surga melalui pintu mana saja. Aamiin ya Rabbal'alamiin..

KHADIJAH TERKASIH RASULULLAH



🌹Khadijah Memang Wanita Istimewa🌹

DUA PERTIGA (2/3) wilayah Makkah adalah milik Siti Khadijah binti khuwailid, istri pertama Rasulullah SAW. Ia wanita bangsawan yang menyandang kemuliaan dan kelimpahan harta kekayaan. Namun ketika wafat, tak selembar kafan pun dia miliki. Bahkan baju yang dikenakannya di saat menjelang ajal adalah pakaian kumuh dengan 83 tambalan.

“Fatimah putriku, aku yakin ajalku segera tiba,” bisik Khadijah kepada Fatimah sesaat menjelang ajal. “Yang kutakutkan adalah siksa kubur. Tolong mintakan kepada ayahmu, agar beliau memberikan sorbannya yang biasa digunakan menerima wahyu untuk dijadikan kain kafanku. Aku malu dan takut memintanya sendiri”.

Mendengar itu Rasulullah berkata, “Wahai Khadijah, Allah menitipkan salam kepadamu, dan telah dipersiapkan tempatmu di surga”.

Siti Khadijah, Ummul Mu’minin (ibu kaum mukmin), pun kemudian menghembuskan nafas terakhirnya dipangkuan Rasulullah. Didekapnya sang istri itu dengan perasaan pilu yang teramat sangat. Tumpahlah air mata mulia Rasulullah dan semua orang yang ada di situ.

Dalam suasana seperti itu, Malaikat Jibril turun dari langit dengan mengucap salam dan membawa lima kain kafan.

Rasulullah menjawab salam Jibril, kemudian bertanya, “Untuk siapa sajakah kain kafan itu, ya Jibril?”

“Kafan ini untuk Khadijah, untuk engkau ya Rasulullah, untuk Fatimah, Ali dan Hasan,” jawab Jibril yang tiba-tiba berhenti berkata, kemudian menangis.

Rasulullah bertanya, “Kenapa, ya Jibril?”

“Cucumu yang satu, Husain, tidak memiliki kafan. Dia akan dibantai, tergeletak tanpa kafan dan tak dimandikan,” jawab Jibril.

Rasulullah berkata di dekat jasad Khadijah, “Wahai Khadijah istriku sayang, demi Allah, aku tak kan pernah mendapatkan istri sepertimu. Pengabdianmu kepada Islam dan diriku sungguh luar biasa. Allah Mahamengetahui semua amalanmu. Semua hartamu kau hibahkan untuk Islam. Kaum muslimin pun ikut menikmatinya. Semua pakaian kaum muslimin dan pakaianku ini juga darimu. Namun begitu, mengapa permohonan terakhirmu kepadaku hanyalah selembar sorban!?”

Tersedu Rasulullah mengenang istrinya semasa hidup.

Khadijah

Dikisahkan, suatu hari, ketika Rasulullah pulang dari berdakwah, beliau masuk ke dalam rumah. Khadijah menyambut, dan hendak berdiri di depan pintu, kemudian Rasulullah bersabda, “Wahai Khadijah, tetaplah kamu di tempatmu”.

Ketika itu Khadijah sedang menyusui Fatimah yang masih bayi. Saat itu seluruh kekayaan mereka telah habis. Seringkali makanan pun tak punya, sehingga ketika Fatimah menyusu, bukan air susu yang keluar akan tetapi darah. Darahlah yang masuk dalam mulut Fatimah r.a.

Kemudian Rasulullah mengambil Fatimah dari gendongan istrinya, dan diletakkan di tempat tidur. Rasulullah yang lelah sepulang berdakwah dan menghadapi segala caci-maki serta fitnah manusia itu, lalu berbaring di pangkuan Khadijah hingga tertidur.

Ketika itulah Khadijah membelai kepala Rasulullah dengan penuh kelembutan dan rasa sayang. Tak terasa air mata Khadijah menetes di pipi Rasulullah hingga membuat beliau terjaga.

“Wahai Khadijah, mengapa engkau menangis? Adakah engkau menyesal bersuamikan aku?” tanya Rasulullah dengan lembut.

Dahulu engkau wanita bangsawan, engkau mulia, engkau hartawan. Namun hari ini engkau telah dihina orang. Semua orang telah menjauhi dirimu. Seluruh kekayaanmu habis. Adakah engkau menyesal, wahai Khadijah, bersuamikan aku, ?" lanjut Rasulullah tak kuasa melihat istrinya menangis.

“Wahai suamiku, wahai Nabi Allah. Bukan itu yang kutangiskan," jawab Khadijah.
"Dahulu aku memiliki kemuliaan, Kemuliaan itu telah aku serahkan untuk Allah dan RasulNya. Dahulu aku adalah bangsawan, Kebangsawanan itu juga aku serahkan untuk Allah dan RasulNya. Dahulu aku memiliki harta kekayaan, Seluruh kekayaan itupun telah aku serahkan untuk Allah dan RasulNya”.

"Wahai Rasulullah, sekarang aku tak punya apa-apa lagi. Tetapi engkau masih terus memperjuangkan agama ini. Wahai Rasulullah, sekiranya nanti aku mati sedangkan perjuanganmu belum selesai, sekiranya engkau hendak menyeberangi sebuah lautan, sekiranya engkau hendak menyeberangi sungai namun engkau tidak memperoleh rakit atau pun jembatan, maka galilah lubang kuburku, ambillah tulang-belulangku, jadikanlah sebagai jembatan bagimu untuk menyeberangi sungai itu supaya engkau bisa berjumpa dengan manusia dan melanjutkan dakwahmu”.

"Ingatkan mereka tentang kebesaran Allah, Ingatkan mereka kepada yang hak, Ajak mereka kepada Islam, wahai Rasulullah”.

Rasulullah pun tampak sedih. “Oh Khadijahku sayang, kau meninggalkanku sendirian dalam perjuanganku. Siapa lagi yang akan membantuku?”
“Aku, ya Rasulullah!” sahut Ali bin Abi Thalib. jawab, menantu Rasullulah...

Di samping jasad Siti Khadijah, Rasulullah kemudian berdoa kepada Allah.

“Ya Allah, ya ILahi Rabbiy, limpahkanlah rahmat-Mu kepada Khadijahku, yang selalu membantuku dalam menegakkan Islam, Mempercayaiku pada saat orang lain menentangku, Menyenangkanku pada saat orang lain menyusahkanku, Menenteramkanku pada saat orang lain membuatku gelisah”.

Semoga bermanfaat 🙏

Friday, June 26, 2020

BERPASRAHLAH! KARENA ITU ADALAH PUNCAK DARI SEGALA ILMU




Banyak sekali orang yang belajar ilmu pengembangan diri. Mulai dari ilmu hipnoterapi, motivasi, ilmu NLP, ilmu energi, ilmu quantum, dan berbagai keilmuan lainnya.

Sangat bagus jika belajar hal-hal demikian. Saya pun mempelajarinya hingga sampai sekarang ini. Yang menjadi masalah adalah orang yang tak mau belajar. Nah, ini menjadi persoalan beda lagi.

Bagi Anda yang sekarang ini termasuk orang yang belajar itu semua, silahkan. Belajarlah! Karena belajar adalah kewajiban bagi setiap muslim. Bahkan banyak sekali hadis nabi yang berkata demikian.

Namun, ketahuilah bahwa puncak dari segala ilmu adalah kepasrahan kita kepada Allah. Tak ada yang pasti di dunia ini kecuali mati dan takdir-takdir yang memang sudah ditetapkan Allah.

Jika Anda belajar ilmu bisnis, itu pun ujung-ujungnya tetap mesti dipasrahkan hasilnya kepada Allah. Anda sakit dan berobat atau Anda lakukan terapi untuk kesembuhan, tetap berakhir pada kepasrahan kepada Allah.

Atau jika Anda termasuk orang yang punya hutang, lalu Anda berpikir untuk melunasi hutang Anda. Mencoba gali lubang, tutup lubang, berusaha keras untuk melunasinya, tetap saja Anda akan kesulitan jika hati Anda tak Anda sandarkan kepada Allah.

Bahkan, semakin Anda berusaha, maka semakin susah. Bahkan Anda akan capek dan lelah. Lelah fisik, pikiran, dan tenaga.

Kecuali jika Anda pasrahkan kepada Allah. Segalanya akan terasa mudah. Segalanya terasa ringan. Seberat apa pun beban hidup yang saat ini Anda alami, jika Anda berpasrah, maka akan mudah.

Sekeras apa pun Anda belajar ilmu dan praktek, akan sulit berhasil ketika tanpa Anda pasrahkan.

Ya, sekali lagi. Puncak dari segala ilmu adalah kepasrahan. Dan sekali lagi, silahkan Anda belajar ke mana pun, belajar ke siapa pun, dan nantinya pun Anda akan sadar dan menemukan bahwa segalanya berujung pada kepasrahan pada-Nya.

Pertanyaannya sekarang, sudahkah kita benar-benar berserah dan berpasrah pada-Nya? Ataukah kita selama ini terlalu pintar mengandalkan kecerdasan kita untuk mengatur hidup kita?

Kita terlalu pandai untuk mengatur bisnis dan usaha kita. Kita terlalu lihai merencanakan segala sesuatu dalam hidup kita di masa mendatang?

Tanpa kepasrahan, maka akan sia-sia. Sepintar, secerdas, sejenius apa pun kita, puncak dari segala ilmu kehidupan adalah kepasrahan.

Marilah berlatih untuk pasrah sepasrah-pasrahnya kepada-Nya. Allah yang Maha segalanya.

Silahkan share jika dirasa bermanfaat dan komen jika memang merasa perlu.


KETIKA ZULAIKHA MENGEJAR CINTA YUSUF AS.




Ketika Zulaikha mengejar cinta usuf, makin jauh Yusuf darinya. Ketika Zulaikha mengejar cinta Allah, Allah datangkan Yusuf kepadanya.

Kisah Nabi Yusuf a.s yang sangat tampan dan Siti Zulaikha, ibu angkatnya, yang amat mencintai Rasul Allah adalah kisah cinta versi Islam yang sangat terkenal. Siti Zulaikha sanggup menabur fitnah karena cintanya di tolak oleh Nabi Yusuf a.s.

Sesudah Nabi Yusuf menjadi remaja belia, maka ketampanan wajahnya tersebarlah. Makin hari, hati Siti Zulaikha tidak tenang. Dirinya senantiasa terfikirkan wajah tampan anak angkatnya itu. Akhirnya kerinduan pada cinta itu membuat Siti Zulaikha merencanakan suatu akal. Dia mulai memakai pakaian yang menggoda bersama wewangian yang semerbak harumnya melangkah ke kamar Nabi Yusuf a.s dan menodai Nabi Allah, Yusuf.

Tiba-tiba Zulaikha masuk ke dalam, mendekatinya dengan ramah, dan memegang tangannya sambil menutup pintu kamar. Zulaikha merasakan kegelisahan, ketakutan, dan tak boleh menjawab pandangan kedua mata Yusuf. Ia lalu berpaling ke arah Yusuf, sedangkan Yusuf selalu berusaha menjauh darinya.

Istri Al-Aziz itu kemudian berkata, “Apakah maksud semua ini, hai, Yusuf? Janganlah engkau menjauh dariku, sehingga aku binasa karena rindu kepadamu”. Yusuf diam tanpa jawaban,

Istri Al-Aziz mendekatinya lagi seraya berkata, “Aduhai, Yusuf, betapa indahnya rambutmu”.

Yusuf menjawab, “Inilah sesuatu yang pertama kali akan berhamburan dari tubuhku setelah aku mati”.

“Aduhai, Yusuf, betapa indahnya kedua matamu!” Bujuk istri Al-Aziz lagi.

“Keduanya ini adalah benda yang pertama kali akan lepas dari kepalaku dan akan mengalir ke muka bumi!“ Jawab Yusuf.

Istri Al-Aziz berkata lagi, “Betapa tampannya wajahmu, hai,Yusuf”.

“Tanah kelak akan melumatkannya,” jawab Yusuf.

Kemudian Zulaikha berkata kepadanya, “Telah Tuhan terbukakan tubuhku karena ketampanan wajahmu”.

“Syaitan telah menolongmu untuk berbuat hal itu!” Kata Yusuf.

“Yusuf! Bagaimanapun aku harus mendapatkan apa yang selama ini kudambakan, dan kini aku datang karenanya” Kata Zulaikha.

Yusuf menjawab, “Kemanakah aku akan lari dari murka Allah jika aku mendurhakaiNya?”

Nabi Yusuf kemudian mulanya menjauh dan melarikan diri dari Istri Al-Aziz. Zulaikha mengejar dan sempat tangannya mencapai pakaian Yusuf dari arah belakang. Lalu terkoyaklah pakaiannya (Yusuf). Zulaikha merasa takut, lalu melaporkan hal tersebut kepada suaminya dengan menfitnah mengatakan bahwa dia di nodai Yusuf.

Tetapi Al-Aziz tidah mempercayainya karena sifat jujur Yusuf dan juga bukti yang nyata yaitu baju Yusuf terkoyak di bagian belakang. Berita itu tersebar dengan cepat sekali di Mesir. Zulaikha merasa malu dan kemudian menemui penyesalan. Dia menjemput para wanita untuk menghadiri suatu majelis di rumahnya. Diatas meja majelis tersebut terdapat buah-buahan dan juga pisau.

Ketika mereka berborak-borak sambil ditangan mengupas buah, lalu Zulaikha memanggil Yusuf. Yusuf pun keluar. Tiba-tiba semua mata berpaling pada raut wajah yang sangat tampan itu tanpa sadar darah hangat mengalir dari jari-
jemari mereka karena terpukau dengan raut wajahnya. Yusuf dapat melihat niat jahat ibu angkatnya lalu memohon pada Allah sambil berlindung kepada Allah.

Yusuf berkata, “Ya Allah, penjara lebih kusukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku. Dan jika tidak Allah hindarkan aku dari tipu daya mereka, tentulah aku tertarik kepada mereka, dan tentulah aku termasuk orang yang Jahil”.

Allah SWT meneguhkan hamba-hambaNya yang mukmin serta berlindung dan berpegang dengan kebenaran yang diperintahkan olehNya. “Maka Dan Tuhan memperkenankan doa Yusuf, dan Dia menghindarkan Yusuf dari tipu daya mereka. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar, Yang Maha Mengetahui”.

Setelah beberapa lama Yusuf di penjara, Zulaikha mulai menyesal atas perbuatannya. Wanita itu bertanya kepada dirinya sendiri, “Salahkah aku tatkala aku menyuruh Al-Aziz memasukkan Yusuf ke dalam penjara? Ya, kuharamkan diriku melihat Yusuf…”

Sekali lagi ia berfikir dalam kegelisahannya, “Tetapi, apakah aku bersalah dalam urusan itu?”. Ia menyanggah dirinya sendiri untuk lepas dari azab, seperti seorang dermawan yang haus, tetapi tidak sanggup menjangkau air yang dipikul di bahunya sendiri. Hari demi hari, bulan demi bulan, dan tahun demi tahun berjalan tanpa sunyi dari cerita istri Al-Aziz dengan Yusuf. Tiba-tiba dengan izin Allah, datanglah utusan Raja, memerintahkan Al-Aziz untuk datang ke istana. Istri Al-Aziz
sangat heran. Sebab hal itu belum pernah terjadi sebelumnya.

Ia bertanya kepada suaminya apa kira-kira yang menyebabkan sang Raja memanggilnya ke Istana. Al-Aziz menjawab, “Mungkin ada urusan yang berhubungan dengan Yusuf”. Mendengar nama Yusuf disebut lagi, lenyaplah segala dugaan. Tetapi benarkah Raja hanya hendak berbicara dengannya tentang Yusuf? Dengan penuh pertanyaan di benaknya, pergilah Istri Al-Aziz menuju istana Raja. Disana didapatinya wanita-wanita yang telah memotong tangannya beberapa waktu yang lalu. Semuanya menghadap Raja Mesir.

Sementara itu sang Raja memandangi wajah para wanita itu satu persatu, kemudian mengajukan pertanyaan singkat kepada wanita-wanita itu. “Bagaimana keadaanmu ketika kamu menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadamu)?”. Mereka menjawab dengan serentak, “Kami tidak mendapati suatu keburukan padanya (Yusuf)”. Tiba-tiba tanpa diminta oleh Raja, Istri Al-Aziz berbicara. Ia merasa telah tiba saatnya untuk berterus terang tentang perihal itu. agar hilang semua beban dosa karena tindakan aniayanya terhadap Yusuf. Dihadapan Raja, wanita-wanita kota, dan seluruh yang hadir disitu,

Ia menerangkan:
“Sekarang jelaslah kebenaran itu, akulah yang menggodanya untuk menundukkan dirinya (kepadaku), dan sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang benar”.

Yusuf berkata, “Yang demikian itu agar dia (Al-Aziz) mengetahui bahwa sesungguhnya aku tidak berkhianat kepadanya dibelakangnya, dan bahwasanya Allah tidak merelai tipu daya orang-orang yang berkhianat. Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun, Maha Penyayang”.

Terjadi perbedaan pendapat tentang kehidupan perempuan itu selanjutnya. Sebagian orang berpendapat bahwa sejak itu Istri Al-Aziz hidup bersama kesedihan dan putus asa karena ingatannya kepada Yusuf. Sebagian yang lain berpendapat bahwa Istri Al-Aziz itu akhirnya pindah ke suatu tempat yang jauh dan tiada kabar beritanya sama sekali. Yang jelas, kehidupan wanita itu menjadi terganggu, karena cinta kepada Yusuf.

Namun ada yang mengisahkan setelah peristiwa itu Zulaikha bertaubat kepada Allah SWT. Ketika Yusuf diutus menjadi Rasul dan menjadi penguasa menggantikan Al-Aziz, Nabi Yusuf berjumpa dengan Zulaikha yang ketika itu keadaannya sudah tua. Akhirnya Allah menjadikan Zulaikha remaja dan berkawin dengan Nabi Yusuf. Maka jadilah Zulaikha seorang wanita yang solehah yang senantiasa beramal kepada Allah SWT.

Bacalah Surat Yusuf Ayat 4 yang berbunyi:

“Idz Qaala Yuusufu Li Abiihi Yaa Abati Inni Ra Aitu Ahada’Asyara Kaukabauw Wasy Samsy Wai Qamara Ra Aituhum Lii Sajidin”

Artinya:
“Ingatlah ketika Yusuf berkata kepada Ayahnya, ‘Wahai Ayahku, sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas buah bintang, matahari, dan bulan kelihatan semua sujud kepadaku.”

Kemudian sambung Surat Thaahaa Ayat 39:

“Wa-alqayka’alayka mahabbatan minnii walitushna’a’laa ‘ainii”

Artinya: “Dan Aku telah melimpahkan kepadamu kasih sayang yang datang dariku, dan supaya kamu diasuh dibawah pengawasanku”. (QS. Thaahaa: 39).```

(Kisah Zulaikha ini dapat dibaca di dalam Al-Qur’an Surat Yusuf Ayat 21-53)

M.Herwin Hamzah:

PERCEPATAN SINKRONISASI DAPODIK, LPJ BOS TAHAP I, II 2020 DAN PENGISIAN RAPOR MUTU TAHUN 2019

Menindaklanjuti surat Dirjen Pauddasmen Nomor 7160/C/KU/2020 hal Persiapan Penyaluran Dana BOS tahap III Tahun 2020, Surat Pemberitah...