Saudaraku,
Api yang
panas berbalik menjadi dingin bagi Ibrahim
Laut
yang menenggelamkan menjelma menjadi daratan dan jalan bagi Musa
Sumur
yang sepi dan dalam tak menjadikan Yusuf mati dalam kesendirian
Perut ikan yang tak tembus pandang
justru menjadikan Yunus kembali semangat dan tenang
Lalu apa
yang mesti di kawatirkan
Bila diri
selalu berada pada jalan kebenaran
Bila diri
selalu berada pada kepasrahan
Yang
Allah selalu akan hadir dengan pertolongan
Sebagai
janji dan jaminan kepada hamba yang beriman
Saudaraku,
Kesabaran
itu merupakan tanda kebahagian bagi seorang hamba Allah Azza wa jalla...
Sesungguhnya
dunia ini tidak hanya berisi kesenangan, keindahan, dan kebahagiaan, tetapi
juga berisi cobaan, kesusahan, dan kesengsaraan. Bahkan, dikatakan bahwa dunia
adalah negeri cobaan dan ujian...
Jangan
sekali pun kita menyangka bahwa ketika kita hidup senang dan bahagia, semua itu
akan terus kita rasakan tanpa ada ujian cobaan sama sekali. Akan tetapi,
layaknya roda yang berputar, kadang di atas, kadang di bawah, begitulah
kebahagiaan dan kesedihan, kemudahan dan kesusahan, akan terus silih berganti
menerpa kehidupan manusia...
Allah
subhanahu wa ta’ala berfirman,
وَتِلۡكَ ٱلۡأَيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ ٱلنَّاسِ
“Dan hari-hari (kejayaan dan kehancuran) itu
Kami pergilirkan di antara manusia.”
(QS. Ali
‘Imran: 140)
Menghadapi
kenyataan seperti ini, hendaklah seorang hamba berbekal dengan dua sikap, yaitu
bersabar dan bersyukur. Dia bersabar ketika mendapatkan cobaan dan ujian, dan
bersyukur ketika mendapatkan kenikmatan dari Allah Azza wa Jalla. Apabila kedua
sikap ini telah dilakukan oleh seorang hamba, berarti dia telah memiliki
tanda-tanda kebahagiaan.Tanda-tanda kebahagiaan ada tiga. Ibnul Qayyim
rahimahullah berkata:
“Semoga
Allah menjadikan kita termasuk orang yang apabila diberi nikmat oleh Allah Azza
wa Jalla , dia bersyukur; apabila diberi cobaan, dia bersabar; apabila
melakukan dosa, dia beristighfar.
Sesungguhnya
tiga hal ini adalah tanda kebahagiaan seorang hamba dan tanda kesuksesannya di
dunia dan akhiratnya.”
(al–Wabilash-Shayyib1/11,
melalui Maktabah Syamilah).
Semoga
Allah Azza wa Jalla mengaruniakan hidayah-Nya kepada kita, sehingga kita tetap
istiqamah senantiasa bersyukur, bersabar dan beristighfar dalam berbagai
kondisi apapun untuk meraih ridha-Nya...
Aamiin Ya
Rabb.
Wallahua'lam
bishawab

No comments:
Post a Comment