Powered By Blogger
Showing posts with label Kepemimpinan dan Kisah Sukses Yang Inspiratif. Show all posts
Showing posts with label Kepemimpinan dan Kisah Sukses Yang Inspiratif. Show all posts

Tuesday, August 4, 2020

SEORANG MILIONER TANPA HARTA


Suleiman Al-Rajhi

Saya merasa ringan, saya merasa bebas, saya merasa seperti burung dan ketika Allah Swt memanggil saya, saya akan menjawab panggilan-Nya tanpa terikat kepada sesuatu apapun.

Sebuah perkebunan kurma di Saudi Arabia di kota Al-Qassim memiliki lebih dari 200 ribu pohon didedikasikan ke “jalan Allah”. Terdapat 45 jenis varitas kurma di kebun tersebut, dengan tingkat produksi  sebesar 10 ribu ton kurma per tahun. Kebun ini merupakan harta wakaf terbesar di bumi. Pendapatan dari kebun wakaf ini digunakan untuk membangun masjid di banyak negara di dunia, membiayai kegiatan amal dan pelaksanaan ifthar (buka puasa) selama bulan Ramadhan di dua masjid suci yakni masjid Nabawi di Madinah dan Masjidil Haram di Mekkah Al-Mukarammah.

Kebun kurma ini merupakan dedikasi ke “Jalan Allah” oleh orang terkaya di Saudi Arabia yaitu Suleiman Al-Rajhi.

Dari Seorang Miskin Menjadi Milioner (Orang Kaya Raya)

Suleiman Al-Rajhi terlahir sebagai seorang anak yang miskin. Ketika bersekolah di kampungnya. Suatu hari pihak sekolah mengadakan kegiatan perjalanan wisata dan meminta setiap pelajar untuk membayar sejumlah 1 (satu) Riyal. Ketika pulang dia meminta uang kepada orang tuanya namun mereka tidak memiliki uang 1 (satu) riyal tersebut. Dia menangis sejadinya ketika waktu pelaksanaan perjalanan wisata semakin dekat.  Sehingga sampai dengan waktu pengumuman hasil ujian kuarter (caturwulan), dia dinyatakan sebagai pemenang ranking pertama di kelas dan gurunya seorang Palestina memberikan uang 1 (satu) Riyal sebagai reward (hadiah). Mengetahui hal tersebut, dia bergegas berlari kearah guru (penyelenggara program wisata) untuk menyerahkan uang 1 (satu) Riyal yang telah diterimanya sebagai hadiah.

Sejalan dengan berlalunya waktu, dia menyelesaikan pendidikan dan mulai bekerja. Dimulai dari sebuah ruang kecil yang dia sebut Bank, dia menjalankan usahanya sebagai pengusaha muda dengan dedikasi dan kerja keras. Allah swt memberkahi jerih-payahnya.  Dalam jangka waktu yang singkat, jaringan perbankan yang bernama Al-Rajhi berkembang di seluruh wilayah Arab Saudi. 

Suleiman Al-Rajhi mencari tahu keberadaan gurunya seorang Palestina. Dia bertemu dengan sang guru yang sudah pensiun. Kondisi ekonomi di Palestina sangat sulit bahkan hanya untuk sekedar menyambung hidup. Rajhi mengajak sang guru ke dalam mobil dan mengatakan bahwa “saya berhutang dengan anda tuan”. Sang guru menjawab bagaimana mungkin seseorang bisa berhutang dari orang miskin seperti saya. Rajhi mengingatkan sang guru beberapa tahun silam  anda telah memberikan saya sejumlah 1 (satu) Riyal. Sang guru tersenyum sambil mengatakan sekarang engkau ingin mengembalikan uang 1 (satu) Riyal itu kepada saya?

Rajhi memarkirkan mobilnya didepan sebuah bungalow yang juga terdapat sebuah mobil mewah dihalamannya. Rajhi mengatakan kepada sang guru mulai hari ini bungalow dan mobil mewah tersebut menjadi milik sang guru dan dia yang akan bertanggungjawab atas semua biaya yang diperlukan.

Sang guru Palestina bersimbah airmata mendengarkan hal itu seraya mengatakan pemberian bungalow dan mobil mewah tersebut terlalu berlebihan baginya, dia tidak layak untuk mendapatkannya. Rajhi menjelaskan bahwa kebahagiaan yang dia dapatkan dulu ketika menerima uang 1 (satu) Riyal dari sang guru jauh lebih besar daripada kebahagiaan sang guru di saat menerima pemberiannya.

Mendonasikan Seluruh Kekayaan

Pada tahun 2010, Suleiman Al-Rajhi memanggil anak-anak, istri-istri, dan orang yang dia cintai dan membagi hartanya kepada mereka serta seluruh kewajiban yang harus dipenuhinya. Pada saat ini, nilai wakaf dari Suleiman Al-Rajhi lebih dari 60 Milyar Riyal. Dia memiliki sebuah perusahaan Saudi dan Rajhi Bank yang telah mendonasikan 170 juta Riyal untuk penanganan virus Corona dan menyerahkan 2 (dua) hotel di Mekkah kepada kementerian Kesehatan Saudi Arabia.

Kebun yang disebutkan di atas menurut Guiness Book of Record tercatat sebagai usaha donasi terbesar yang pernah ada.  Menurut majalah Forbes, Rajhi merupakan salah seorah dermawan yang termasuk 20 terbesar di dunia, otobiografinya layak untuk dibaca oleh publik (masyarakat).

Selain sebagai pendiri bank Islam terbesar di dunia, Rajhi juga mendirikan perusahaan peternakan unggas terbesar  di seluruh Timur Tengah yaitu Al-Watania Poultry.

Anda mungkin tidak akan menemukan sebuah kota di Saudi Arabia dimana tidak terdapat masjid yang dibangun oleh keluarga Al-Rajhi.  Dengan dukungan yang penuh terhadap pusat dakwah, yayasan Al-Quran, dsb. Dan yang lebih penting, mereka membayar gaji 1,5 juta karyawan mereka sebelum akhir bulan.

Dalam salah satu wawancara, Al-Rajhi mengatakan bahwa sangat penting untuk memastikan bahwa anda meninggalkan harta yang cukup bagi ahli waris anda, dan senang menyaksikan mereka menikmati bagian mereka secara damai dengan yang lain. Namun, juga sangat penting apabila seseorang membalas “keburuntungan” yang ia dapatkan kepada negara dan masyarakat.

Kami berhutang atas keberhasilan yang kami peroleh kepada negara yang telah menjaga kami dan kepada masyarakat yang telah mempercayai kami serta membeli produk-produk kami.  Disamping itu, anda juga berhutang kepada diri anda sendiri sebagaimana anda berhutang kepada keluarga anda. Ketika anda meninggalkan kehidupan di dunia ini, investasi satu-satunya yang penting adalah menabung untuk kehidupan yang lain (akhirat).

Sehingga anda menyerahkan setengah dari kekayaan anda kepada keluarga anda dan setengah yang lain untuk donasi (yayasan) anda. Apa yang anda miliki untuk biaya hidup anda?  Sebuah rumah? Sebuah peternakan? Sebuah pendapatan/penghasilan yang tetap?

“Tidak ada”, jawab Al-Rajhi dengan senyuman yang indah dan hangat diwajahnya. "Saya sudah berusia 80an tahun! Apalagi yang saya perlukan? Yayasan membayarkan seluruh tagihan saya, menyediakan saya akomodasi, makanan, perobatan, transportasi, yang akan saya tekankan di tingkat yang minimum. Semua sudah terpenuhi!”.

Seorang Milioner Tanpa Harta (Uang)! “Bagaimana rasanya?”
Al-Rajhi tersenyum kembali, matanya berkaca-kaca dan mengatakan: “Saya merasa ringan, saya merasa bebas, saya merasa seperti burung dan ketika Allah Swt memanggil saya, saya akan menjawab panggilan-Nya tanpa terikat kepada sesuatu apapun, bebas”.

Dikutip dari I Love Muhammad (Saw),
Diterjemahkan oleh Syahruddin Ramlan Al-Faqir
Buitenzorg, 29 Juli 2020

Photo : Suleiman Al-Rajhi

Monday, July 13, 2020

PERCAKAPAN UMAR BIN KHATTAB DAN KHALID BIN WALID





“Assalamualaikum ya Amirul mukminin! Langsung saja! Saya menerima surat pemecatan. Apa betul saya di pecat?”

“Walaikumsalam warahmatullah! Betul Khalid!” Jawab Khalifah.

“Kalau masalah dipecat itu hak Anda sebagai pemimpin. Tapi, kalau boleh tahu, kesalahan saya apa?”

“Kamu tidak punya kesalahan.”

“Kalu tidak punya kesalahan kenapa saya dipecat? Apa saya tak mampu menjadi panglima?”

“Pada zaman ini kamu adalah panglima terbaik.”

“Lalu kenapa saya dipecat?” tanya Jenderal Khalid yang tak bisa menahan rasa penasarannya.

Dengan tenang Khalifah Umar bin Khatab menjawab, “Khalid, Anda itu jenderal terbaik, panglima perang terhebat. Ratusan peperangan telah Anda pimpin, dan tak pernah satu kalipun Anda kalah.

Setiap hari Masyarakat dan prajurit selalu menyanjung Anda. Tak pernah saya mendengar orang menjelek-jelekkan Anda. Tapi, ingat Khalid, Anda juga adalah manusia biasa. Terlalu banyak orang yang memuji bukan tidak mungkin akan timbul rasa sombong dalam hatimu. Sedangkan Allah sangat membenci orang yang memiliki rasa sombong. Seberat debu rasa sombong di dalam hati maka neraka jahanamlah tempatmu.

Karena itu, maafkan aku wahai saudaraku, untuk menjagamu terpaksa saat ini Anda saya pecat. Supaya Anda tahu, jangankan di hadapan Allah, di depan Umar saja Anda tak bisa berbuat apa-apa!”

Mendengar jawaban itu, Jenderal Khalid tertegun, bergetar, dan goyah. Dan dengan segenap kekuatan yang Ada beliau langsung mendekap Khalifah Umar. Sambil menangis belaiu berbisik, “Terima kasih ya Khalifah. Engkau saudaraku!”

Bukan kita yang hebat.. Allah yang memudahkan jalan kita.

IBNU SINA PUN TERDIAM SAAT MENGHADAPI ORANG BODOH




Suatu hari Ibnu Sina menunggang
kuda dalam suatu perjalanan.

Ibnu Sina turun dari kuda dan mengikat kuda. Kemudian memberikan jerami sebagai makanan untuk kudanya.

Ibnu Sina duduk di tempat teduh sambil menikmati bekal yang dibawanya.

Tiba-tiba ada seseorang yang
menunggang keledai.

Ia turun dan mengikat keledai
berdekatan dengan kuda milik Ibnu Sina.

Dengan maksud supaya keledainya
bisa ikut memakan jerami.

Dan orang tersebut pun duduk 
dekat dengan posisi Ibnu Sina.

Ketika ia duduk, Ibnu Sina berbicara: "Keledaimu jauhkan dari kuda
supaya tidak ditendangnya."

Namun, orang yang diajak bicara itu diam.
Dan tak lama terjadi yang disampaikan
oleh Ibnu Sina.

Si keledai ditendang kuda hingga cidera.

Pemilik keledai
marah kepada Ibnu Sina dan
meminta tanggung jawabnya.

Ibnu Sina tidak menjawab. Terdiam saja.

Sampai kemudian si pemilik keledai mendatangi hakim dan meminta
agar Ibnu Sina membayar atas cidera keledai.

Saat ditanya oleh hakim pun Ibnu Sina terdiam.

Hakim kemudian berkata kepada
orang yang mengadu: "Apakah ia bisu?"

Orang itu menjawab: "Tidak,
tadi bicara padaku."

Hakim bertanya: "Apa yang ia katakan?"

Orang itu kembali menjawab:
"Jangan dekatkan keledaimu
nanti ditendang kudaku."

Setelah mendengar jawaban itu,
sang hakim langsung tertawa dan
berkata kepada Ibnu Sina:

 "Anda ternyata pintar.
Cukup diam dan kebenaran terungkap."

Sambil tersenyum Ibnu Sina
berkata kepada hakim:

"Tidak ada cara lain untuk menghadapi
orang bodoh adalah dengan diam."

Demikian cuplikan satu
di antara anekdot yang
dicantumkan dalam buku

"Cita Humanisme Islam"
karya George Abraham Makdisi.




Friday, July 3, 2020

KATAK DAN AIR MENDIDIH




Tempatkan Katak ke dalam panci di atas kompor, isi dengan air dan mulai panaskan air.

Saat suhu air mulai meningkat, Katak menyesuaikan suhu tubuhnya dengan suhu air. Katak terus menyesuaikan suhu tubuhnya dengan meningkatnya suhu air. Hanya ketika air akan mencapai titik didih, Katak tidak dapat menyesuaikan lagi. Pada titik ini, Katak memutuskan untuk melompat keluar.

Katak mencoba untuk melompat, tetapi tidak dapat melakukannya, karena telah kehilangan semua kekuatannya saat menyesuaikan diri dengan suhu air yang terus meningkat. Akhirnya Katak mati.

Apa yang membunuh katak?

Pikirkanlah!

Saya tahu banyak dari kita akan mengatakan air mendidih. Tapi sesungguhnya yang membunuh Katak adalah ketidakmampuan dirinya untuk memutuskan kapan harus MELOMPAT keluar.

Demikian juga dengan kondisi kita sekarang...
Ketika kita harus MELOMPAT dari zona nyaman kita
Jaman menunggu nasibmu berobah
Tapi berusahalah mencari peluang agar nasibmu berubah.
Jangan menyerah dengan takdir, kenapa saya miskin, kenapa saya susah, kapan saya sukses, kapan saya berhasil

Jangan meratapi nasib dengan pertanyaan diatas, berhentilah menyesuaikan diri

Mulailah MELOMPAT mencari dan mencoba sesuatu yang baru, jangan pernah takut untuk mencoba

Lebih baik gagal karna mencoba, dari pada mati karna menunggu

Semangat!!

Semoga terinspirasi



HILANGKAN SAMPAH DI HATIMU



Seorang laki-laki yg berbeda paham dengan seorang Guru mengeluarkan kecaman dan kata-kata kasar meluapkan kebenciannya kepada Sang Guru.

Sang Guru hanya diam, mendengarkannya dengan sabar, tenang dan tidak berkata apa pun.

Setelah lelaki tersebut pergi, si murid yg melihat peristiwa itu dengan penasaran bertanya:

"Mengapa Sang Guru diam saja tidak membalas makian lelaki tersebut."

Beberapa saat kemudian, maka Sang Guru bertanya kepada si murid:

“Jika seseorang memberimu sesuatu,  tapi kamu tidak mau menerimanya, lalu menjadi milik siapa kah pemberian itu?”

"Tentu saja menjadi milik si pemberi”, jawab si murid.

"Begitu pula dengan kata-kata kasar itu”, tukas Sang Guru.

“Karena aku tidak mau menerima kata-kata itu, maka kata-kata tadi akan kembali menjadi miliknya.

Dia harus menyimpannya sendiri.

Dia tidak menyadari, karena nanti dia harus menanggung akibatnya di dunia atau pun akhirat, karena energi negatif yg muncul dari pikiran, perasaan, perkataan, dan perbuatan hanya akan membuahkan penderitaan hidup”.

Kemudian, lanjut Sang Guru:

”Sama seperti orang yg ingin mengotori langit dengan meludahinya. Ludah itu hanya akan jatuh mengotori wajahnya sendiri.
Demikian halnya, jika di luar sana ada orang yg marah-marah kepadamu... biarkan saja… karena mereka sedang membuang .SAMPAH HATI mereka:

Jika engkau diam saja, maka sampah itu akan kembali kepada diri mereka sendiri, tetapi kalau engkau tanggapi, berarti engkau menerima sampah itu.”

“Hari ini begitu banyak orang di jalanan yg hidup dengan membawa sampah di hatinya (sampah kekesalan, sampah amarah, sampah kebencian, dan lainnya)… maka jadilah kita orang yg BIJAK”

Sang Guru melanjutkan nasehatnya:

“Jika engkau tak mungkin memberi, janganlah  mengambil”

“Jika engkau terlalu sulit untuk mengasihi, janganlah membenci”

“Jika engkau tak dapat menghibur orang lain, janganlah membuatnya sedih”

“Jika engkau tak bisa memuji, janganlah menghujat”

“Jika engkau tak dapat menghargai, janganlah menghina”

“Jika engkau tak suka bersahabat, janganlah bermusuhan”




۞اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِه و صحبه اجمعين.

Semoga Bermanfaat

Allahu a'lam.

SEBUAH KISAH TENTANG CINTA





Ayah di dalam kamar, beberapa kali batuk².

Sementara di ruang tamu, ibu sedang ngobrol dgn anak perempuannya.

"Cinta ayahmu kepadamu luar biasa, tetapi lebih banyak disimpan dalam hati karena kau perempuan", kata ibu.
Aku mendengarkan ibu dengan heran.

"Ketika kau melanjutkan kuliah ke Jakarta dan aku bersama ayahmu mengantarmu ke stasiun, kau dan aku saling berpelukan.
Ayahmu hanya memandang. Dia bilang juga ingin memelukmu, tapi sebagai laki² tak lazim memeluk anak perempuan di depan banyak orang, maka dia hanya menjabat tanganmu, lalu berdiri sampai kereta itu menghilang", kata ibu.

"Ibu memang sering menelponmu.
Tahukah kau, itu selalu ayahmu yg menyuruh dan mengingatkan.

Mengapa bukan ayahmu sendiri yg menelpon?
Dia bilang, "Suaraku tak selembut suaramu, anak kita harus menerima yg terbaik".

"Ketika kamu diwisuda, kami duduk di belakang.
Ketika kau ke panggung dan kuncir di togamu dipindahkan rektor, ayahmu mengajak ibu berdiri agar dapat melihatmu lebih jelas.
"Alangkah cantiknya anak kita ya bu," kata ayahmu sambil menyeka air matanya.

Mendengar cerita ibu di ruang tamu, dadaku sesak, mungkin karena haru atau rasa bersalah.

Jujur saja selama ini kepada ibu aku lebih dekat dan perhatianku lebih besar. Sekarang tergambar kembali kasih sayang ayah kepadaku. Aku teringat ketika naik kelas 2 SMP aku minta dibelikan tas. Ibu bilang ayah belum punya uang.

Tetapi sore itu ayah pulang membawa tas yg kuminta.
Ibu heran. "Tidak jadi ke dokter?" tanya ibu. "Kapan² saja.
Nanti minum jahe hangat, batuk akan hilang sendiri"
Kata ayah.

Rupanya biaya ke dokter, uangnya untuk membeli tasku, membeli kegembiraan hatiku, dengan mengorbankan kesehatannya.

"Dulu setelah prosesi akad nikahmu selesai, ayahmu bergegas masuk kamar.
Kau tahu apa yg dilakukan?" tanya ibu.

Aku menggeleng. "Ayahmu sujud syukur sambil berdoa untukmu.
Air matanya membasahi sajadah.

Dia mohon agar Allah melimpahkan kebahagiaan dalam hidupmu.
Sekiranya kau dilimpahi kenikmatan, dia mohon tidak membuatmu lupa zikir kepada-Nya.

Sekiranya diberi cobaan, mohon cobaan itu adalah cara Tuhan meningkatkan kualitas hidupmu.

Lama sekali dia sujud sambil terisak.
Ibu mengingatkan banyak tamu menunggu.
Dia lalu keluar dengan senyuman tanpa ada bekas air di pelupuk matanya".

Mendengar semua itu, air mataku tak tertahan lagi, tumpah membasahi pipi.

Dari kamar terdengar ayah batuk lagi.
Aku bergegas menemui ayah sambil membersihkan air mata.

"Kau habis menangis?"
Ayah menatapku melihat sisa air di mataku.
"Oh, tidak ayah!" aku tertawa renyah.
Ku pijit betisnya lalu pundaknya.
"Pijitanmu enak sekali seperti ibumu", katanya sambil tersenyum.

Aku tahu, meski sakit, ayah tetap ingin menyenangkan hatiku dengan pujian.

Itulah pertama kali aku memijit ayah.
Aku melihat betapa gembira wajah ayah. Aku terharu.

"Besok suamiku menyusulku, ambil cuti seminggu seperti aku.
Nanti sore ayah kuantar ke dokter", kataku. Ayah menolak. "Ini hanya batuk ringan, nanti akan sembuh sendiri".

"Harus ke dokter, aku pulang memang ingin membawa ayah ke dokter, mohon jangan tolak keinginanku", kataku berbohong.

Ayah terdiam. Sebenarnya aku pulang hanya ingin berlibur, bukan ke dokter.

Tapi aku berbohong agar ayah mau kubawa ke dokter.
Aku bawa ayah ke dokter spesialis.

Ayah protes lagi, dia minta dokter umum yg lebih murah. Aku hanya tersenyum.

Hasil pemeriksaan ayah harus masuk rumah sakit hari itu juga.
Aku bawa ke rumah sakit terbaik di kotaku.

Ibu bertanya setengah protes. "Dari mana biayanya?".
Aku tersenyum.
"Aku yg menanggung seluruhnya bu.
Sejak muda ayah sudah bekerja keras mencari uang untukku.

Kini saatnya aku mencari uang untuk ayah.
Aku bisa! Aku bisa bu!".

Kepada dokter aku berbisik; "Tolong lakukan yg terbaik untuk ayahku dok, jangan pertimbangkan biaya", kataku. Dokter tersenyum.

Ketika ayah sudah di rumah dan aku pamit pulang, aku tidak menyalami, tetapi merangkul dengan erat untuk membayar keinginannya di stasiun dulu.
"Seringlah ayah menelponku, jangan hanya ibu", kataku.
Ibu mengedipkan mata sambil tersenyum.

Dalam perjalanan pulang, aku berfikir, berapa banyak anak yg tidak paham dengan ayahnya sendiri seperti aku.

Selama ini aku tidak paham betapa besar cinta ayah kepadaku.

Hari² berikutnya aku selalu berdoa

Namun kini dengan perasaan berbeda.
Terbayang ketika ayah bersujud pada hari pernikahanku sampai sajadahnya basah dengan air mata...betapa besar cinta kasih seorang ayah Tidaklah jauh berbeda dgn cinta kasih seorang ibu.

Semoga Allah masih memberikan waktu yg cukup, untuk aku bisa lbh lama lagi memijit kaki ayah, memeluk dan menumpahkan cintaku pada Ayah. Spt cintaku pada Ibu....aamiin..

Rabbighfir lii wa li waalidayya warhamhuma kama rabbayaani shagiira...

Ya Allah ampunilah dosaku juga dosa orangtuaku, jagalah mereka seperti mereka merawatku di waktu kecil...
Aamiin

Siapapun yang menyayangi dan memperhatikan kedua Orang Tuanya, Niscaya ALLAH SWT akan memberikan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka dan tidak diduga-duga.

RidhAllah fi RidhaWalidain.


BOLEH PINTAR TAPI INTEGRITAS DAN KEJUJURAN LEBIH PENTING





DUA belas tahun silam, seorang wanita dari Asia (tak usah sebut nama negaranya) datang ke Prancis untuk  kuliah di salah satu universitas terkenal di Paris.
Dia memang cerdas, bahasa Prancis dan Inggris-nya juga sangat baik sehingga lulus seleksi.

Sejak mulai kuliah di hari pertama, dia perhatikan bahwa sistem transportasi di Paris menggunakan sistem otomatis.
Artinya, Anda beli tiket sesuai dengan tujuan melalui mesin.

Setiap perhentian kendaraan umum, memakai cara SELF SERVICE dan jarang sekali diperiksa petugas.
Bahkan pemeriksaan insidentil oleh petugas pun hampir tidak ada, bukan karena manajemennya buruk tapi unsur TRUST dan tertib sosial di sistem transportasi Kota Paris memang sudah baik.

Akhirnya lama kelamaan dia temukan kelemahan sistem ini, dan dengan kelihaiannya itu dia bisa naik transportasi umum tanpa harus beli tiket dan dia sudah memperhitungkan kemungkinan tertangkap petugas karena tidak beli tiket, sangat kecil.
Sejak itu, dia selalu naik kendaraan umum dengan tidak membayar tiket.

Ia justru menganggapnya sebagai salah satu cara penghematan sebagai mahasiswa miskin yang dengan cara apapun kalau bisa irit, ya diirit.
Dia bahkan merasa bangga karena dianggapnya itu sebagai KEHEBATAN yang tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang.

Empat tahun berlalu, perempuan muda itu pun tamat dengan cum laude dari fakultas favorit dan universitas ternama di Paris dengan angka indeks prestasi kumulatif (IPK) yang sangat bagus.

Hal itu membuat dirinya penuh percaya diri.

Setelah wisuda, gadis itu pun mulai mengajukan aplikasi surat lamaran kerja ke beberapa perusahan ternama di Paris.
Pada mulanya, semua perusahan yang dikirimi surat lamaran via email merespon dengan karena IPK-nya yang tinggi dan lulusan universitas top di Paris.

Tapi beberapa hari kemudian, semuanya menolaknya dengan berbagai alasan.
Hal ini terus terjadi berulang kali sampai akhirnya membuatnya merasa jengkel dan marah.

Dia bahkan sampai menuding perusahaan-perusahaan itu rasis karena tidak mau menerima warga negara asing meski lulus cum laude dari universitas ternama di Paris.
Akhirnya, pada suatu hari karena penasaran bercampur dongkol ia memutuskan untuk mengadukannya ke Departemen Tenaga Kerja Prancis di Paris.

Dia ingin melapor sekaligus ingin tahu kenapa perusahaan-perusahaan tersebut menolaknya.
Tapi, ketika bertemu dengan salah satu manager di kantor Depnaker Paris tersebut, ia mendapat penjelasan yang ia dapat di luar perkiraannya.
Berikut adalah dialog mereka.

MANAGER :
“Nona, kami tidak rasis, sebaliknya kami sangat mementingkan Anda.
Pada saat anda mengajukan aplikasi pekerjaan di perusahan, kami sangat terkesan dengan nilai akademis dan pencapaian Anda.
Sesungguhnya, berdasarkan kemampuan, Anda sebenarnya adalah golongan pekerja yang kami cari-cari."

NONA :
“Kalau begitu, kenapa perusahan-perusahaan tersebut tidak menerima saya bekerja?”

MANAGER :
“Jadi begini, setelah kami periksa di database, kami menemukan data bahwa Nona pernah tiga kali kena sanksi tidak membayar tiket saat naik kendaraan umum.

NONA :
(kaget) “Ya, saya mengakuinya. Tapi, apakah karena perkara kecil tersebut semua perusahaan boleh menolak saya?”

MANAGER :
“Perkara kecil?
Kami tidak menganggap itu perkara kecil, Nona.
Kami lihat di database, Anda pertama kali melanggar hukum terjadi di minggu pertama Anda masuk di negara ini.
Saat itu petugas percaya dengan penjelasan Anda bahwa Anda masih belum mengerti sistem transportasi umum di sini. Itu sebabnya kesalahan tersebut diampuni. Namun Anda tertangkap dua kali lagi setelah itu.”

NONA :
“Ohh, waktu itu karena tidak ada uang kecil saja.”

MANAGER :
“Tidak, tidak. Kami tidak bisa terima penjelasan Anda.
Jangan anggap kami bodoh. Kami yakin Anda telah melakukannya ratusan kali sebelum tertangkap.

NONA :
“Well, baiklah. Tapi, itu kan bukan kesalahan mematikan ..'?Kenapa harus begitu serius? Lain kali saya perbaiki dan berubah kan masih bisa?”

MANAGER :
“Maaf, kami tidak menganggap demikian, Nona.
Perbuatan Anda membuktikan dua hal:
Pertama, Anda tidak mau mengikuti peraturan yang ada. Anda pintar mencari kelemahan dalam peraturan dan memanfaatkannya untuk diri sendiri.
Kedua, Anda tidak bisa dipercaya !”

“Nona, banyak pekerjaan di berbagai perusahaan di negara Prancis ini bergantung pada kepercayaan atau trust
Jika Anda diberikan tanggung jawab atas tugas di sebuah wilayah, maka Anda akan diberikan kuasa yang besar.
Karena efisiensi biaya, kami tidak akan memakai sistem kontrol untuk mengawasi pekerjaanmu.
Hampir semua perusahan besar di Prancis ini mirip dengan sistem transportasi di negeri ini.
Oleh sebab itu, kami tidak bisa menerima Anda, Nona.
Dan saya berani katakan, di negara kami bahkan seluruh Eropa, tidak akan ada perusahan yang mau menggunakan jasa Anda.”

Pada saat itu, wanita ini seperti tertampar dan terbangun dari mimpinya dan merasa sangat menyesal.
Tapi, penyesalan selalu datang terlambat ketika nasi sudah jadi bubur atau peristiwa buruk telah terjadi.

Perkataan manager yang terakhir membuat hatinya bergetar dan sangat menyesal.
Ia akhirnya terdiam seribu bahasa tidak bisa berkata apapun.

Sahabatku,
Ada pesan moral yang sangat berharga yang bisa kita petik dari kisah nyata mahasiswi pintar tersebut.
Moral dan etika (attitude) itu amat sangat penting, bahkan ditempatkan di atas kepintaran, kecerdasan atau kegeniusan.

Dalam kehidupan sosial, moral dan etika (attitude) seseorang bisa menutupi kekurangan IQ atau kepintaran intelektual.
Tetapi IQ atau kepintaran, bagaimanapun tingginya, tidak akan bisa menolong etika moral dan integritas yang buruk.

Samuel Johnson (1709-1784), sastrawan Inggris mengatakan: Knowledge without integrity is dangerous and dreadful. (Pengetahuan tanpa integritas pasti berbahaya dan mengerikan).

Clive S Lewis (1898-1963), profesor di Universitas Oxford dan penulis novel terkenal Inggris mengatakan:Integritas adalah melakukan hal yang benar, ketika tidak ada yang melihat. Integritas dan kejujuran adalah kekayaan paling jarang dimiliki manusia.

Semoga Bermanfaat.


PERCEPATAN SINKRONISASI DAPODIK, LPJ BOS TAHAP I, II 2020 DAN PENGISIAN RAPOR MUTU TAHUN 2019

Menindaklanjuti surat Dirjen Pauddasmen Nomor 7160/C/KU/2020 hal Persiapan Penyaluran Dana BOS tahap III Tahun 2020, Surat Pemberitah...