Powered By Blogger

Sunday, February 9, 2020

ENERGI POSITIF


Waktu itu, dlm perjalanan arah balik dari kantor Hb Imigrasi Jl. Tendean ke Tebet Timur, di tengah jalan ternyata hujan turun deras sekali.
Saya terpaksa meneduh di bawah jalan layang, Karena saking derasnya hujan dan ada puluhan motor melakukan hal yg sama.

Di samping saya, ada seorang ayah yg juga memarkirkan motor bebeknya.
Ia kemudian berdiri disamping saya.

Dia seorang ayah dgn anaknya berusia kurang lebih 10-12 tahun.
Sang anak badan-nya sdh kuyup berdiri merapatkan badannya ke ayah-nya, tampak kedinginan.

Posisi kami yg disisi jalanan dan meletakan motor dipinggir jalan membuat jalanan menjadi menyempit dan menjadi agak macet bagi pengendara mobil.
Karena deras, air menggenang naik cepat shg sejajar trotoar tempat kami berdiri.
Tiba-tiba, ada mobil Kijang Innova melaju dgn kecepatan tinggi di dekat kami.
Shg membuat siraman air kotor muncrat membasahi tubuh kami.
Semua orang menghujat seketika.
Termasuk saya dan sang anak kecil di samping ayahnya tadi.
Nampak sang ayah berusaha menenangkan anaknya.
Saya yg berdiri disampingnya tak kuasa untuk tdk mendengarkan percakapan mereka.

"Sudah nak, jangan marah-marah memaki begitu, gak baik itu, hayo sabar dan memaafkan,"kata ayahnya santun, walupun separuh celananya juga terkena cipratan air.

"Tapi dia kurang ajar, Pa..!
dia kotori orang-orang,"si anak berargumen.
"Sombong bener, mentang² pakai mobil tdk menghargai orang.!"
"Ya sudah, selesaikan marahnya dulu.
Marah dan memaki itu tdk pernah menyelesaikan masalah" sang ayah berkata tetap dgn nada santun.
"Begini Nak, kita marah itu mengeluarkan Energy Negative dari diri kita.
Ingat, di dunia ini berlaku hukum semesta...... dan ingat satu lagi energy itu kekal.
Sekali energy itu tercipta, mereka akan terus ada dan Karena kehidupan itu berputar, energy itu akan kembali ke diri kita sendiri"
"Menurut hukum Allah di semesta,
"Apa yg kamu berikan pasti akan kembali lagi ke kamu._
Jadi kalau kamu memberikan kebaikan kepada orang lain, sesungguhnya kamu memberikan kebaikan kepada diri kamu sendiri.
Kalau kamu memberikan energy negative kepada orang lain, sesungguhnya kamu sedang memberikan "kesialan"* dlm hidupmu."
Saya terdiam termangu mendengarkan dan sang ayah melanjutkan.
"Mulai skrg kamu harus bisa mengeluarkan energy hanya yang positif saja
Misalnya, Do'akan orang tadi agar selamat smp di rumah.
Ingat selalu *Ikhlas* dlm berdoa, ikhlas itu energynya positif.
*Do'akan semua orang yg berteduh di sekeliling sini juga agar selamat smp di rumah dan tdk terkena penyakit".
*Do'akan pengemis dipinggir jalan.
Do'akan apa yg kamu lihat.
Do'akan anak sekolah yg baru pulang.
Do'akan tukang sapu jalanan.
Do'akan anak2 yatim-piatu yg sangat membutuhkan bantuan mu.
Jadi semua yg kamu lihat do'akan.
Percayalah hidupmu akan lurus, mudah, dan selamat dunia akhirat".
"Mama mu juga demikian, bahkan selagi menanak Nasi dia berdo'a, dia ucapkan doa baik buat Petani yg menanam, do'akan Pedagang yg berjualan, do'akan Pengendara yg membawa beras ini, do'akan Petani yg menggiling padi menjadi beras".
"Bahkan Ikan yg dimasak pun mama selalu mendo'akan, sehingga apa yg kita makan sudah di syukuri sudah di ikhlaskan*, sudah di seimbangkan.
Kamu ngerti kan ?"
Sang ayah mencoba menekankan perkataannya agar si anak faham.
Anak tadi termangu, begitu pun saya yg turut mendengar.
Tak lama ayahnya menerima telpon tanpa saya jelas mendengar percakapanya, hny beberapa kata terdengar oleh saya: _"Iya, saya dibawah fly over, iya, iya, iya ...".
Hanya itu yg saya dengar.
"Berapa? 5 menit, iya kami tunggu".
Hujan tdk reda juga dan enam menit kemudian, sebuah mobil mewah Alphard berwarna hitam tepat berhenti didepan mereka dan pintu terbuka.
"Mamaaa...!"_  kata sang anak sambil naik ke mobil tsb.
Kemudian supir mobil tsb keluar, bertukar posisi dgn sang ayah.
Sang supir membawa motor dan sang ayah mengemudikan mobil tsb.
Saya termangu lama menyaksikan fenomena ini.
Ada beberapa orang juga yg memperhatikan seperti saya.
Sang ayah santun sekali, Karena kami semua disapa dgn kalimat,
"Permisi, mohon maaf ya, kami duluan, permisi..."
Hampir ke semua orang yg ada disekitar dia dan ada beberapa yg dia salami.
Melihat itu pikiran saya melayang...
Eehhhmmm...... rupanya ini THE TRAINING DAY sang ayah ke anaknya untuk melihat sisi lain dari kehidupan.
Entah mengapa saya merasa malu, saya tutup wajah saya dgn helm, saya senang sekali pelajaran parenting yg diajarkan olehnya ke anaknya.
Saya berkata dlm hati, _*"Terima kasih yaa Allah.... Alhamdulillah, hari yg luar biasa untuk  pelajaran Mu yg kudapat"
Berpikir dan berkata positif ttg orang lain, ataupun untuk diri sendiri itu penting.
Karena pikiran positif dan perkataan positif akan kembali kpd dirimu sendiri..
Selamat pagi salam sehat wal'afiat 

PERCEPATAN SINKRONISASI DAPODIK, LPJ BOS TAHAP I, II 2020 DAN PENGISIAN RAPOR MUTU TAHUN 2019

Menindaklanjuti surat Dirjen Pauddasmen Nomor 7160/C/KU/2020 hal Persiapan Penyaluran Dana BOS tahap III Tahun 2020, Surat Pemberitah...