Karena bagi seorang pecinta tak ada kata
bosan untuk mendengar cerita orang yang dicintai, walau dia telah mendengarnya
berkali-kali.
Di suatu
hari, Rasulullah SAW pergi ke pasar membawa uang sebesar delapan dirham.
Beliau
ingin membeli gamis baru.
Di
tengah-tengah perjalanan, Beliau melihat seorang budak perempuan sedang
menangis.
Beliau
mendatangi budak itu dan bertanya, "Mengapa kau menangis?"
Budak itu
pun menjawab, "Aku telah kehilangan empat dirham yang diberikan tuanku
untuk membeli sesuatu."
Maka
Rasulullah yang memiliki sifat penuh kasih sayang itu langsung memberikan empat
dirham kepada budak itu.
"Ambillah
empat dirham ini dan belilah barang yang harus kau beli," ucap Rasulullah.
Si budak
itu pergi sambil tersenyum setelah mengucapkan terima kasih.
Rasulullah
pun melanjutkan keperluannya untuk membeli gamis.
Ketika
beliau akan pergi, beliau melihat seorang pengemis.
Maka uang
dirham yang tersisa itu, Beliau berikan kepada si pengemis.
Ketika
perjalanan pulang, Rasulullah melihat budak wanita tadi sedang menangis lagi,
Rasulullah yang heran menghampirinya dan menanyainya, "Apa yang membuatmu
menangis? Bukankah kau sudah membeli barang yang kau butuhkan?"
Budak itu
menjawab, "Benar, Ya Rasulullah. Aku takut untuk pulang, karena aku takut
majikanku akan marah karena keterlambatanku."
Lalu
Rasulullah yang mendengar itu berkata "Kau takut dimarahi? Ayo pulanglah
bersamaku, aku akan mengantarmu agar majikanmu tidak marah kepadamu."
Setelah
sampai di rumah sang majikan, Rasulullah mengetuk pintunya dan mengucapkan
salam.
Si
majikan yang mana adalah seorang perempuan itu kaget dengan kedatangan
Rasulullah, ia pun menjawabnya dengan suara yang pelan.
Rasulullah
kembali mengetuk dan mengucapkan salam, si majikan itu kembali menjawab dengan
suara yang pelan.
Hingga
Rasulullah mengulangi ketukan dan salam itu untuk yang ketiga kalinya, barulah
si majikan menjawab dengan suara yang keras.
Ketika si
majikan membukakan pintu Rasulullah berkata, "Aku telah mengetuk pintu dua
kali, apakah kau tidak mendengarnya?"
Si
majikan menjawab "Aku mendengarnya Ya Rasulullah."
"Lalu
mengapa kau tidak menjawab?" Ucap Rasulullah.
"Aku
menjawabnya, Ya Rasulullah, namun dengan suara yang pelan. Karena aku ingin
agar kau mengulanginya sampai tiga kali, agar keberkahan mendatangi
rumahku..." Jawab si majikan.
"Apa
gerangan sebab kau datang ke sini Ya Rasulullah?" Sambung si majikan.
Lalu
Rasulullah berkata, "Aku ingin mengantarkan budakmu ini, dia takut untuk
pulang karena keterlambatannya hingga membuatmu marah."
Si
majikan kaget dan berkata, "Ya Rasulullah, kau datang kerumahku hanya
untuk mengantarkannya?"
"Benar."
Jawab Rasulullah.
"Demi
Allah aku akan membebaskan budak ini karenamu." Ucap si majikan.
Inilah
salah satu cerita tentang kekasih hati, Rasulullah SAW.
Beliau
soerang yang begitu dermawan dan murah hati.
Bahkan
karena akhlaknya, seorang budak menjadi merdeka.
Tidakkah
kau merasa semakin jatuh cinta padanya?
Jadikan kisahnya bukan hanya sebatas kisah
yang kita dengar.
Tapi
jadikanlah kisah itu sebagai teladan agar mampu menjadi petunjuk kita untuk
semakin dekat dengan Beliau.
Tidaklah
cinta dibuktikan dengan ucapan, tapi cinta itu dibuktikan dengan perbuatan.
Dikutip
dari Ceramah Habib Umar bin Hafidz.
اللهم صل على سيدنا محمد النبي الامي وعلى اله وصحبه وسلم❣



No comments:
Post a Comment