Powered By Blogger

Sunday, July 12, 2020

MELATIH OTOT MENERIMA




Sejak kecil, kita diajari kehidupan untuk meraih dan mendapatkan. Saat masih sekolah, kita diajari agar bisa meraih prestasi

Mendapatkan nilai bagus agar nantinya bisa masuk ke sekolah yang bagus juga. Ya, sejak kecil kita ditempa dengan berbagai cara untuk bisa meraih dan mendapatkan

Lantas, ketika tak bisa mendapatkan, kita pun kecewa.

Termasuk juga saat ingin punya pacar. Secara tak langsung, kita pun dididik untuk mendapatkan cewek atau pria idaman kita

Saat ditolak cintanya atau cinta bertepuk sebelah tangan, merasa sakit, lalu kecewa.

Nah, sebenarnya, tanpa kita sadari kita terlalu terlatih untuk meraih, terlalu terlatih untuk mendapatkan.

Dan sayangnya, kita jarang diajari untuk berlatih menerima. Buktinya, ketika ada sesuatu yang tak sesuai harapan kita, kita jadi sedih, kecewa, bahkan putus asa. Meski kadarnya sedikit

Bukankah, harus seimbang. Saat kita diajari oleh kehidupan untuk meraih dan mendapatkan, kita pun perlu berlatih menerima di saat kita tidak bisa meraih atau mendapatkan sehingga kita pun bisa menerima setiap situasi dan kondisi?

Orang-orang yang hingga sekarang ini merasa punya persoalan dalam hidup dan menjadi menderita, biasanya belum terlatih otot menerimanya.

Belum terlatih rasa penerimaannya.

Saya sendiri sudah begitu banyak mendapat curhatan banyak orang soal hutang. Dan pastinya, masih ada juga persoalan kehidupan lain yang dicurhatkan ke Saya.

Ada juga yang curhat harus punya uang Rp 13 juta dalam waktu 1 minggu. Ini kan semprol namanya kalau bilangnya ke Saya.

Saya bukan bank kok. Ada juga yang minta amalan ke Saya.

Emangnya Saya dukun, ustadz, atau kiai? Minta amalan kok ke Saya.

Kan Saya sudah bilang kalau Saya bukan ustadz ya? Eh, yang tahu kan yang baca status Saya kemarin. Lainnya belum tahu. Hehehehe....

Intinya, begitu banyak orang yang belum terlatih otot menerimanya. Hingga akhirnya, terjadilah kesedihan, kekecewaan, kekhawatiran, dan ketakutan

Itu semua karena belum terlatih otot rasa menerimanya. Dan jika Anda baca status ini, lalu Anda bagikan ke banyak orang, harapannya akan ada lebih banyak orang yang sadar akan hal ini

Masih banyak orang yang perlu berlatih untuk melatih otot menerimanya. Bahkan, Saya sendiri pun juga masih berlatih sampai kapan pun juga

Sebab, hidup di dunia ini adalah tarian kehidupan saja. Apa pun yang terjadi dalam kehidupan kita, itu sudah sewajarnya kita jalani

Bisa saja persoalan datang karena memang ulah kita sendiri atau memang ujian dari Allah. Lantas, bagaimanakah caranya untuk membedakan apakah persoalan itu datang karena undangan kita atau ujian dari Allah?

Jika dalam hidup kita, kita melakukan hal yang aneh-aneh, berpikir, bersikap, dan bertindak yang tidak sejalan dengan sunnatullah, lalu ada persoalan dalam hidup kita, itu adalah undangan kita sendiri

Namun, jika kita merasa sudah melakukan kebaikan, tidak berbuat hal yang aneh-aneh, semasa hidup suka berbagi, dan membantu sesama, lalu ada persoalan dalam hidup kita, maka itu bisa jadi adalah ujian dari Allah agar kita naik kelas

Nah, jika kita sudah belajar dan berlatih melatih otot menerima kita, entah ada persoalan dalam hidup kita, baik karena undangan kita sendiri maupun karena ujian dari Allah, maka kita pun tidak terlalu mempersoalkan sebenarnya

Sebab, kita sudah mulai bisa dan mampu menerima. Di saat penerimaan penuh, di situlah ada rasa ringan, rasa enteng, dan akhirnya kebahagiaan selalu terpancar di dalam diri

Begitu indahnya ketika otot penerimaan kita sudah kuat, maka hidup menjadi lebih damai dan begitu cantik.

Yuk, mulai berlatih untuk melatih otot menerima


No comments:

Post a Comment

PERCEPATAN SINKRONISASI DAPODIK, LPJ BOS TAHAP I, II 2020 DAN PENGISIAN RAPOR MUTU TAHUN 2019

Menindaklanjuti surat Dirjen Pauddasmen Nomor 7160/C/KU/2020 hal Persiapan Penyaluran Dana BOS tahap III Tahun 2020, Surat Pemberitah...