Sejak kecil, kita diajari kehidupan untuk meraih dan mendapatkan.
Saat masih sekolah, kita diajari agar bisa meraih prestasi
Mendapatkan nilai bagus agar
nantinya bisa masuk ke sekolah yang bagus juga. Ya, sejak kecil kita ditempa
dengan berbagai cara untuk bisa meraih dan mendapatkan
Lantas, ketika tak bisa
mendapatkan, kita pun kecewa.
Termasuk juga saat ingin punya
pacar. Secara tak langsung, kita pun dididik untuk mendapatkan cewek atau pria
idaman kita
Saat ditolak cintanya atau
cinta bertepuk sebelah tangan, merasa sakit, lalu kecewa.
Nah, sebenarnya, tanpa kita
sadari kita terlalu terlatih untuk meraih, terlalu terlatih untuk mendapatkan.
Dan sayangnya, kita jarang
diajari untuk berlatih menerima. Buktinya, ketika ada sesuatu yang tak sesuai
harapan kita, kita jadi sedih, kecewa, bahkan putus asa. Meski kadarnya sedikit
Bukankah, harus seimbang. Saat
kita diajari oleh kehidupan untuk meraih dan mendapatkan, kita pun perlu
berlatih menerima di saat kita tidak bisa meraih atau mendapatkan sehingga kita
pun bisa menerima setiap situasi dan kondisi?
Orang-orang yang hingga
sekarang ini merasa punya persoalan dalam hidup dan menjadi menderita, biasanya
belum terlatih otot menerimanya.
Belum terlatih rasa
penerimaannya.
Saya sendiri sudah begitu
banyak mendapat curhatan banyak orang soal hutang. Dan pastinya, masih ada juga
persoalan kehidupan lain yang dicurhatkan ke Saya.
Ada juga yang curhat harus
punya uang Rp 13 juta dalam waktu 1 minggu. Ini kan semprol namanya kalau
bilangnya ke Saya.
Saya bukan bank kok. Ada juga
yang minta amalan ke Saya.
Emangnya Saya dukun, ustadz,
atau kiai? Minta amalan kok ke Saya.
Kan Saya sudah bilang kalau
Saya bukan ustadz ya? Eh, yang tahu kan yang baca status Saya kemarin. Lainnya
belum tahu. Hehehehe....
Intinya, begitu banyak orang
yang belum terlatih otot menerimanya. Hingga akhirnya, terjadilah kesedihan,
kekecewaan, kekhawatiran, dan ketakutan
Itu semua karena belum terlatih
otot rasa menerimanya. Dan jika Anda baca status ini, lalu Anda bagikan ke
banyak orang, harapannya akan ada lebih banyak orang yang sadar akan hal ini
Masih banyak orang yang perlu
berlatih untuk melatih otot menerimanya. Bahkan, Saya sendiri pun juga masih
berlatih sampai kapan pun juga
Sebab, hidup di dunia ini
adalah tarian kehidupan saja. Apa pun yang terjadi dalam kehidupan kita, itu
sudah sewajarnya kita jalani
Bisa saja persoalan datang
karena memang ulah kita sendiri atau memang ujian dari Allah. Lantas,
bagaimanakah caranya untuk membedakan apakah persoalan itu datang karena
undangan kita atau ujian dari Allah?
Jika dalam hidup kita, kita
melakukan hal yang aneh-aneh, berpikir, bersikap, dan bertindak yang tidak
sejalan dengan sunnatullah, lalu ada persoalan dalam hidup kita, itu adalah
undangan kita sendiri
Namun, jika kita merasa sudah
melakukan kebaikan, tidak berbuat hal yang aneh-aneh, semasa hidup suka
berbagi, dan membantu sesama, lalu ada persoalan dalam hidup kita, maka itu
bisa jadi adalah ujian dari Allah agar kita naik kelas
Nah, jika kita sudah belajar
dan berlatih melatih otot menerima kita, entah ada persoalan dalam hidup kita,
baik karena undangan kita sendiri maupun karena ujian dari Allah, maka kita pun
tidak terlalu mempersoalkan sebenarnya
Sebab, kita sudah mulai bisa
dan mampu menerima. Di saat penerimaan penuh, di situlah ada rasa ringan, rasa
enteng, dan akhirnya kebahagiaan selalu terpancar di dalam diri
Begitu indahnya ketika otot
penerimaan kita sudah kuat, maka hidup menjadi lebih damai dan begitu cantik.
Yuk, mulai berlatih untuk
melatih otot menerima


No comments:
Post a Comment